Mission Statement

What we want to achieve

Mari peduli dengan penyandang disabilitas dan lepra di Indonesia.

Learn more »

Past Event

31 Januari 2011

WORLD LEPROSY DAY 2011.

Be Our Friend

join our community

langthis!
Blog

GITARIS DISABILITAS HANSEN – AHMAD MUNIF dari SULTRA YANG LUAR BIASA

SALAM JUMPA KEMBALI di tahun 2017 ini dengan GPDLI – Gerakan Peduli Disabilitas dan Lepra INDONESIA yang selalu fokus dalam membangun jembatan antara yang mengalami kusta dengan masyarakat umum!

Kami tampilkan rekan kami AHMAD MUNIF berasal dari SULTRA yang memiliki kemampuan luar biasa dalam bergitar, bagi siapapun yang ingin mendukung bakat rekan kami AHMAD MUNIF silahkan kontak ke perkumpulanGPDLI@gmail.com, beliau ingin memiliki sebuah gitar yang lebih layak dan bagus untuk menyambung kehidupannya dengan bakat yang ada padanya, saya terenyuh saat beliau mengatakan bahwa AHMAD tidak mau meminta minta walaupun beliau memiliki perbedaan dengan rekannya yang lain, TIDAK MENJADI PENGHALANG, dan akan menjadi BATU LONCATAN kedepan menuju masa depan yang lebih baik, thanks rekan kami AHMAD MUNIF.

SALAM PEMBERDAYAAN GPDLI

berikut LINK nya: https://www.youtube.com/watch?v=oRoFO7jChKg – BERHARAP KEMBALI Neymo Band KENDARI

 

AKU TULIS PAMLET INI – Puisi WS RENDRA – 27 April 1978

Saat ini tidak terjadi spt ini lagi — kita sudah tinggalkan ORBA, namun masih banyak orang yang tidak mau bicara-takut dan gemetar, asal bukan menghina dan mendakwa serta menuduh yang lain, kenapa harus takut kawan…(Khusus pada rekan yang mengalami Kusta dan merasa di diskriminasikan dan di stigma serta dipinggirkan, silahkan bicara dan share, GPDLI mendukung anda semua!) SELAMAT MENYAMBUT TAHUN BARU 2017 !

AKU TULIS PAMPLET INI

Oleh : W.S. Rendra

Aku tulis pamplet ini
karena lembaga pendapat umum
ditutupi jaring labah-labah
Orang-orang bicara dalam kasak-kusuk,
dan ungkapan diri ditekan
menjadi peng – iya – an

Apa yang terpegang hari ini
bisa luput besok pagi
Ketidakpastian merajalela.
Di luar kekuasaan kehidupan menjadi teka-teki
menjadi marabahaya
menjadi isi kebon binatang

Apabila kritik hanya boleh lewat saluran resmi,
maka hidup akan menjadi sayur tanpa garam
Lembaga pendapat umum tidak mengandung pertanyaan.
Tidak mengandung perdebatan
Dan akhirnya menjadi monopoli kekuasaan

Aku tulis pamplet ini
karena pamplet bukan tabu bagi penyair
Aku inginkan merpati pos.
Aku ingin memainkan bendera-bendera semaphore di tanganku
Aku ingin membuat isyarat asap kaum Indian.

Aku tidak melihat alasan
kenapa harus diam tertekan dan termangu.
Aku ingin secara wajar kita bertukar kabar.
Duduk berdebat menyatakan setuju dan tidak setuju.

Kenapa ketakutan menjadi tabir pikiran ?
Kekhawatiran telah mencemarkan kehidupan.
Ketegangan telah mengganti pergaulan pikiran yang merdeka.

Matahari menyinari airmata yang berderai menjadi api.
Rembulan memberi mimpi pada dendam.
Gelombang angin menyingkapkan keluh kesah

yang teronggok bagai sampah
Kegamangan. Kecurigaan.
Ketakutan.
Kelesuan.

Aku tulis pamplet ini
karena kawan dan lawan adalah saudara
Di dalam alam masih ada cahaya.
Matahari yang tenggelam diganti rembulan.
Lalu besok pagi pasti terbit kembali.
Dan di dalam air lumpur kehidupan,
aku melihat bagai terkaca :
ternyata kita, toh, manusia !

Pejambon Jakarta 27 April 1978
Potret Pembangunan dalam Puisi

TULISAN PUISI WS RENDRA dimasa represif SOEHARTO (ORBA)

 

CATATAN AKHIR TAHUN 2016 MENUJU 2017 – dari GERAKAN PEDULI DISABILITAS DAN LEPRA INDONESIA (GPDLI)

Saudara-saudaraku sekalian, senang bisa berjumpa kembali dengan semua pendukung dan pemerhati masalah disabilitas dan leprosy atau kusta atau hansen di Indonesia dan global, senang masih bisa berkomunikasi dan berharap agar isu yang berhubungan dengan disabilitas dan bahkan kusta menjadi arus utama seperti isu-isu yang berhubungan dengan lingkungan, perempuan dan anak yang sudah berkembang sejak lama!

Adapun masalah disabilitas ditahun 2016 ini sudah mengalami perkembangan yang sangat luar biasa, sejak di sahkannya UU No 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas, GPDLI sangat bangga dengan keikutsertaan GPDLI ejak awal bahkan sejak 6 tahun lalu dalam membela dan memfasilitasi masyarakat umum yang masih belum tahu dengan baik situasi dan kondisi disabilitas selama ini di Indonesia, dibeberapa bagian daerah di Indonesia memang masih ada yang memberikan sebutan difabel, kami kira itu tidak menjadi masalah, karena subject yang dimaksud adalah relevan, pergantian kata “cacat” menjadi disabilitas sudah menjadi sejarah bagi kami GPDLI yang ikut dalam proses itu di Kota Bandung beberapa tahun yang lalu, sehingga menjadi nomenklatur yang diakui negara dan sudah masuk dalam proses di Bappenas yang akhirnya akan masuk dalam istilah yang diakui di seluruh propinsi di Indonesia. Banyak debat yang terjadi pada saat itu, sehingga pertemuan yang di fasilitasi kementerian sosial saat itu membawa hasil yang kita lihat sekarang ini.

Kepuasan terhadap hasil disahkannya UU Penyandang Disabilitas memang belum mencapai kepuasan yang bisa dikatakan paling tinggi, karena begitu banyaknya ayat-ayat yang masih belum diterima dengan baik, sehingga tinggal beberapa yang masih terus diperjuangkan oleh komunitas disabilitas dalam bentuk apapun, GPDLI yakin kedepan beberapa ayat-ayat dan pasal di UU tersebut harus diperbaiki dan diperbanyak juga dikurangi, namun ini adalah perjuangan politik yang tidak boleh berhenti. Diharapkan akan makin banyak para politikus yang akan menjadi calon dan bahkan bukan jadi calon tapi menjadi anggota DPR MPR dan bahkan DPD kedepan! kami didalam GPDLI sangat mengharapkan, yang akan menyuarakan terus isu yang berhubungan disabilitas tanpa henti dimana saja, kapan saja dan berkesinambungan.

Banyaknya hambatan yang terjadi saat ini bukan menjadi pelemahan pada semua yang mengalami disabilitas, perlu ada kerja sama yang baik dan masif dalam membangun kesejahteraan dan keadilan sosial di Indonesia, disabilitas adalah masa depan kita sebagai bangsa Indonesia, karena sudah pasti kita semua akan mengalaminya baik dalam konteks yang kecil dan luas, dimulai dari impairment yang terjadi dan tumbuh menjadi remaja – dewasa dan kemudian lanjut usia! yang banyak mengalami kendala dalam kehidupan dan berkehidupan, sehingga sangat layak untuk diperjuangkan sebagai bagian manusia yang berbudaya serta menjunjung tinggi keberadaban manusia Indonesia di masa depan, sungguh mengecewakan kami karena banyak politikus dan pelaku bisnis serta bahkan perguruan tinggi yang masih belum tanggap secara cepat bagaimana memperlakukan disabilitas dengan baik dan universal. Akan tiba saatnya nanti – semua yang kami sebut diatas akan sangat menyesal dengan apa yang mereka telah lakukan selama ini pada disabilitas dan pada semua orang-orang yang terpinggirkan seperti rekan -rekan kami yang mengalami kusta dan disabilitas berat lainnya.

Wujudkan keadilan sosial dimanapun kita berada, sekarang waktunya berubah, bukan karena ketakutan akan sistem yang akan semakin ketat, akan tetapi karena perubahan transformasi dan mental dalam kehidupan kita berbangsa, Dr Ir Soekarno presiden pertama Indonesia mengatakan dan bertekad “harus tidak ada kemiskinan dalam kemerdekaan Indonesia.” Bukan membangun sektarian dan diskriminasi serta stigma yang baru untuk komunitasnya, namun membangun sikap kepercayaan dalam masa kemerdekaan fisik kita. Bangunlah Indonesia yang merdeka dan bangun supaya tidak ada lagi yang tidak bekerja termasuk yang mengalami disabilitas, karena semuanya sama di hadapan Tuhan Yang Maha Esa!.

Sekian dan terima kasih atas segala perhatian yang diberikan kepada GPDLI dan komunitas disabilitas selama ini,niscaya kami akan bergerak dan bekerja dengan lebih semangat lagi di tahun 2017

SELAMAT MENYAMBUT HARI NATAL 25-26 Desember 2016 dan TAHUN BARU 1 Januari 2017.

Amin

Salam GDPLI – VIVA INDONESIA – VIVA DISABILITAS dan LEPROSY

Nuah, Hermen, Abi dkk

 

COMMUNICATION ON ENGANGEMENT GERAKAN PEDULI DISABILITAS DAN LEPRA INDONESIA (GPDLI)

Level 38, Tower A, Kota Kasablanka Jl. Casablanca Raya Kav. 88, Jakarta 12870 – INDONESIA-www.pedulidisabilitas.org

GREETINGS dari Gerakan Peduli Disabilitas dan Lepra Indonesia (GPDLI) hadir di Indonesia sejak tahun 2009 yang merupakan kesepakatan yang dibangun dari 3 orang sahabat, dua orang mengalami kusta bersama teman dekat mereka berdua, Hermen, Amir dan Nuah. Pada Tanggal 15 Desember 2009 di Jakarta-Indonesia

Mereka dengan mantap bersepakat untuk membangun sebuah organisasi rakyat sipil yang berfokus pada bagaimana caranya menghilangkan stigma dan diskriminasi yang terjadi dalam hidup mereka secara pribadi, keluarga dan komunitasnya. Keberhasilan demi keberhasilan dicapai dengan gemilang, sehingga sampai dengan sekarang beribu ribu orang yang mengalami kusta, sudah kembali pulih dari pengasingan dirinya, kembali pada hidup yang biasa. Disamping itu kami juga berhasil menjembatani mereka yang terpinggirkan yaitu kaum disabilitas termasuk didalamnya orang orang yang mengalami kusta, sungguh suatu prestasi yang sangat membanggakan.

Kami telah bekerja sama dengan ratusan lembaga dan individual, dari universitas, perusahaan swasta, BUMN, sekolah, lembaga sosial, kementerian kesehatan, kementerian kesehatan, kementerian dalam negeri dan luar negeri Republik Indonesia dan bahkan lembaga internasional seperti PBB, UN GLOBAL COMPACT, DPI, IDA, ADF, Japan, Korea, Australia, Amerika Serikat beserta lembaga lembaga agama dan lain sebagainya.  Namun tantangan masih sangat besar, apalagi dengan semakin menurunnya bantuan negara dan asing untuk organisasi sosial terlebih khusus yang berkecimpung dalam bidang kusta, atau hansen ini. Ruang lingkup kami berfokus pada pemberdayaan masyarakat khususnya disabilitas dan kusta, mereka adalah kelompok yang sangat dikucilkan didalam masyarakat kota bahkan di desa, diperlukan suatu konsistensi dan berkelanjutan, sehingga sesuai dengan semangat SDG (Sustainable Development Goals) yang baru dicanangkan beberapa waktu dekat yang lalu. Area penjelajahan kami dalam membangun masyarakat adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur dan Tengah serta Yogyakarta, Bali dan Sumatera Utara.

Resonansi pengaruh kami meluas sampai ke seluruh Indonesia dan bahkan dunia. Ribuan sukarelawan kami sudah bergerak dengan sangat konsisten dan tanpa henti, kedepan kami akan membuat semacam tempat pelatihan sederhana serta dekat dengan komunitas yang terpinggirkan, agar mudah di jangkau, sekitar Tangerang, Banten dan berbagai tempat di Indonesia. Kami akan terus melatih mereka agar dapat bekerja dengan baik di perusahaan-perusahaan yang besar dan memperhatikan disabilitas dan kusta dengan baik. Sesuai dengan amanat CRPD (convention of the rights for people with disability) and SD serta UU No 8 Penyandang Disabilitas tahun 2016 yang baru saja disahkan pemerintah dan DPR RI.

KETUA UMUM GPDLI

DR. IR. NUAH P. TARIGAN., MA


 

MIMPI dan MOTIVASI Suatu Pengenalan akan Potensi Diri anda yang Luar Biasa

PRESENTASI – NUAH TARIGAN di TRISAKTI Kampus F , Jl. Jend. A. Yani – 18 Juni 2012 (jam 13.00)

DR. Ir. Nuah P. Tarigan, MA– The Citizen Architect/ Lecturer/ Facilitator/ Activist

Mimpi, visi, cita-cita, tujuan, goal, arah, determinasi dan lain sebagainya adalah kata kata yang sering kita dengar waktu kita kecil bahkan sampai sekarang, juga kita sampaikan ke anak-anak dan bahkan cucu-cucu kita. Organisasi yang kecil dan besar juga tidak luput memunculkan kata kata ini. Rasanya kita hanya memberikan masukan tentang mimpi atau visi ini dengan sekedarnya dan tidak menerangkan dan menjelaskan lebih komprehensif/ menyeluruh Alangkah baiknya apabila kita menerangkan dan mengimplementasikan proses ini dengan cara yang sederhana tapi dapat berdampak kepada generasi masa depan kita, bahkan kita juga.

Tiada kata terlambat untuk membuat visi atau mimpi, siapapun masih boleh melakukannya, termasuk Kolonel Sanders yang mengembangkan bisnis KFC (Kentucky Fried Chicken) yang baru mendapat visi itu setelah ia berumur lanjut, dan kita dapat melihatnya sebagai usaha restoran yang sangat terkenal di dunia saat ini. Tapi ada juga yang menemukan visi itu waktu usia mereka sangat muda sekali seperti Bill Gates yang mengembangkan bisnis Microsoft.

Ada juga penemu penemu bisnis komersial seperti diatas tapi ada juga aktivis aktivis muda masyarakat yang berhasil dalam mewujudkan mimpinya seperti Butet Marpaung misalnya, dia menjadi sangat terkenal karena determinasinya untuk dapat menolong kaum suku terasing di Sumatera bagian selatan, menjadi guru bagi mereka dan berhasil menembus sumber-sumber dana internasional untuk dapat meningkatkan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat terasing.

Banyak lagi contoh yang dapat kita lihat dari apa yang dinamakan  dengan kekuatan mimpi, dari Abraham Lincoln yang dapat mengangkat harkat kehidupan kelompok afro amerika di amerika serikat, dan juga Marthin Luther King yang bermimpi suatu waktu nanti bangsa ini tidak memiliki lagi diskriminasi lagi (ini terjadi tahun 1960an) dan sekarang sudah terwujud dengan bangkitnya politisi muda seperti Barack H. Obama dikancah calon presiden dari Partai Demokrat di Amerika.

Ya kekuatan mimpi adalah suatu kekuatan yang sebenarnya sangat besar dan kadang-kadang sering kita tidak menyadarinya. Secara spiritualitas sebenarnya ini sudah terjawab, bahwa sebenarnya kita ini memiliki perbedaan dibandingkan dengan makhluk Tuhan lainnya. Betapa tidak, kita diciptakan olehnNya untuk dapat menguasai dunia dan juga sekaligus memeliharanya. Namun sering kita melihat bahwa potensi potensi yang kita miliki itu tidak didaya-gunakan secara efektif dan menyeluruh. Diperlukan suatu tahapan tahapan yang berarti dalam mencapai hal ini sebenarnya, diperlukan keterlibatan seluruh aspek panca indera kita secara bersamaan, unsur melihat, mendengar, merasakan secara sentuhan dan rasa yang multi sensoris amat sangat diperlukan. Dan ini juga harus dilakukan tidak cukup satu tahapan saja tapi harus berkali kali, forum ini tidak cukup dalam menerapkan seluruh proses ini karena pelatihannya tidak lah mudah seperti yang dibayangkan. Dibutuhkan perubahan yang transformatif diri dahulu dan bukan paksaan dari orang lain. Dengan memasukkan masukan masukan yang baik dan benar dalam pencernaan otak kita. Bukan dengan pengetahuan pengetahuan yang pernah kita dapatkan disekolah dan di pendidikan formal saja atau juga pengeatahuan yang hanya menekankan otak kiri saja yang cenderung rasional tapi juga menyeimbangkan pemakaian otak kanan yang punya andil besar dalam menciptakan seniman seniman besar yang melankolik.

Mimpi, Potensi dan Motivasi jadinya punya hubungan yang sangat erat, dimulai dari potensi diri kita harus kita sadari secara seksama, kita harus semakin disadari bahwa kita punya potensi, dengan apa? Dengan merenungkan berdasarkan kepercayaan kita masing masing, bahwa Tuhan Yang Maha Esa sudah menciptakan sebagai manusia dengan potensi yang luar biasa.

Ada lagi yang harus diperhatikan yaitu Motivasi, apakah motivasi kita muncul karena ketakutan kita melihat kehidupan saja? Atau motivasi kita takut karena sesuatu yang dari luar saja? Ada dua jenis motivasi lagi yang dapat di pelajari yaitu motivasi karena insentif yang berasal dari luar diri kita (sama dengan yang diatas). Ini disebut dengan motivasi yang sifatnya tidak permanen (tidak dalam jangka lama) dan akan pupus dengan berjalannya waktu karena semuanya berasal dari luar diri kita sebagai manusia.

Tapi Motivasi yang permanen (yang akan tinggal dalam diri kita selamanya) dan akan menjadi daya dinamit yang tinggi adalah MOTIVASI yang berasal dari dalam dan bukan karena paksaan keadaan dan situasi kondisi tapi karena adanya perubahan secara total dari diri manusia itu, dan ini yang dinamakan dengan perubahan yang transformatif, namanya Motivasi Karakter. Ini dimulai dari perubahan cara berfikir kita, kebiasaan berfikir kita dari negatif menjadi positif. Baru setelah itu kita dengan mudah akan dapat mendesign visi dan mimpi kita dengan tanpa ada gangguan yang berarti.

Proses selanjutnya adalah bagaimana membuat mimpi anda dapat terwujud secara nyata yaitu dengan membuat list goal atau tujuan anda. Ini juga dapat dibagi-bagi lagi dalam 6 jenis tujuan, yaitu:

  1. Tujuan Keuangan
  2. Tujuan Kehidupan dalam keluarga
  3. Tujuan Kehidupan sosial
  4. Tujuan Kehidupan rohani/ agama
  5. Tujuan Keluarga
  6. Tujuan Kehidupan mentalitas dan Edukasi

Sekarang bagaimana anda mewujudkannya? Dan inilah tantangan selanjutnya, semoga anda dapat menemukannya.

Nuah P Tarigan’ background is a Community Architect with more than 20 years of rich experience completely in the planning and management (predominantly multinational companies), Nuah also have been handled challenging assignments in ARCHITECTURAL PLANNING AND DESIGN, NGO/ CSO,  general/ planning/ design management and had ever take position as head of marketing and business development operations. His passion for planning, designing, training and working with people led him to take on this role in developing the human capital and organization. He has been involved in transformational development and training actively for the past 10 years and for the past 15 years as part of his management responsibilities. Nuah is also a trainer for personal development with Paul J. Meyer approach.



 

TEMA NASIONAL HARI DISABILITAS INTERNASIONAL – 3 DESEMBER 2016

Mari kita sambut dengan penuh kegembiraan, silahkan kontak kami di email: perkumpulanGPDLI@gmail.com

 

Thema GLOBAL dan NASIONAL HARI DISABILITAS Tahun 2016 – Oleh Organisasi Disabilitas dan PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA

THEME GLOBAL nya:

International Day of Persons with Disabilities (IDPD), 3 December 2016

Theme for IDPD 2016: “Achieving 17 Goals for the Future We Want”

Theme for IDPD 2016 (NATIONAL – INDONESIA):

MEMBANGUN MASYARAKAT INKLUSIF  !!!

ADIL

BERKESINAMBUNGAN

BAGI PENYANDANG DISABILITAS

UNTUK INDONESIA YANG LEBIH BAIK

Background:

Since 1992, the United Nations International Day of Persons with Disabilities (IDPD) has been celebrated annually on 3 December around the world. The theme for this year’s International Day is “Achieving 17 Goals for the Future We Want”. This theme notes the recent adoption of the 17 Sustainable Development Goals (SDGs) and the role of these goals in building a more inclusive and equitable world for persons with disabilities. This year’s objectives include assessing the current status of the Convention on the Rights of Persons with Disabilities(CRPD) and SDGs and laying the foundation for a future of greater inclusion for persons with disabilities.

Observance of the 2016 IDPD coincides with the 10-year anniversary of the adoption of the CRPD – one of the most quickly and widely ratified international treaties put forth by the United Nations to date. The Day will take stock of progress since the Convention’s adoption in 2006 and will reflect on the 166 ratifications it has earned thus far. Events at the IDPD 2016 will emphasize efforts toward universal ratification of the CRPD, ideas for the continued advancement of the goals of the convention, and reflection on the challenges that remain toward the full realization of the CRPD’s goals.

Additionally, this year’s IDPD will pay a special attention to issues concerning accessibility and inclusion of persons with disabilities in the context of urban development, following the Third UN Conference on Housing and Sustainable Urban Development (Habitat III). As Habitat III promotes a New Urban Agenda for the world’s cities and towns in the next two decades, the IDPD will allow experts from a diverse array of backgrounds to explore and exchange strategies and to best implement the New Urban Agenda and promote inclusive and accessible urban development for all, including persons with disabilities.

“Membangun masyarakat inklusif, adil dan berkesinambungan bagi penyandang disabilitas untuk indonesia yg lebih baik”

MEMBANGUN MASYARAKAT INKLUSIF  !!!

ADIL

BERKESINAMBUNGAN

BAGI PENYANDANG DISABILITAS

UNTUK INDONESIA YANG LEBIH BAIK

 

LAWmotion #22: DISABILITAS, BAGIAN DARI KERAGAMAN

Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas telah disahkan. Sekarang, tinggal bagaimana kita memastikan UU itu bisa diterapkan dengan baik. Salah satunya, kita perlu meninggalkan istilah “cacat” yang selama ini biasa digunakan dan menggantinya dengan “disabilitas”. Jika istilah “cacat” langsung menganggap orang yang anggota tubuhnya tidak lengkap sebagai orang yang tidak normal atau memiliki kekurangan, istilah “disabilitas” menganggap penyandang disabilitas hanya sebagai orang yang berbeda, layaknya semua lapisan masyarakat yang masing-masing memiliki kemandirian, keunikan, dan kemampuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, para penyandang disabilitas mengikuti Paralympic 2016, kompetisi olahraga, di Rio de Jeneiro, Brazil saat ini. Kapankah kita bisa melihat ini di Indonesia?

Sehingga, persoalannya bukan pada bisa atau tidaknya seorang penyandang disabilitas menggunakan suatu fasilitas, tetapi apakah sudah disediakan fasilitas yang bisa diakses oleh semua orang, termasuk penyandang disabilitas yang merupakan bagian dari warga negara.

Melalui video animasi “LAWmotion #22: Disabilitas, Bagian dari Keberagaman” ini, Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) hendak menawarkan cara pandang baru mengenai disabilitas. Pada akhirnya, ini merupakan pemenuhan hak asasi manusia untuk semua lapisan masyarakat.

Silakan tonton LAWmotion # 22: Disabilitas, Bagian dari Keberagaman di: https://www.youtube.com/watch?v=cgzq3zIloPo

 

RUMAH RAKYAT-PIAGAM PERJUANGAN PROF SUHARSO (Sebagai Suatu REFLEKSI untuk KITA SEMUA)

Disampaikan dengan hormat komitmen yang sangat mulia dari Pak Joko Widodo terhadap Penyandang Disabilitas Indonesia, termasuk dalam bidang : sebagaimana tertuang dalam PIAGAM PERJUANGAN PROF SUHARSO.

*•SALINAN :*
Indonesia
RUMAH RAKYAT

PIAGAM PERJUANGAN PROF SUHARSO

Saya Joko Widodo, Calon Presiden Rakyat Indonesia menyadari bahwa tidak mungkin ada perlakuan yang tidak diskriminatif terhadap penyandang disabilitas tanpa perubahan persepsi.

Tanpa perubahan persepsi, maka diskriminasi terhadap penyandang disabilitas tak akan pernah berakhir.

Oleh karenanya perjuangan yang harus dilakukan adalah membongkar persepsi kita bahwa penyandang disabilitas adalah masalah social yang jadi beban Negara, kelompok masyarakat yang sakit, yang harus dikasihani dan sekedar obyek pembangunan.

Saya, Joko Widodo, jika saya mendapat mandate dari rakyat untuk jadi presiden rakyat Indonesia, saya berkomitmen :

1.Menjadi bagian dalam perjuangan untuk pengakuan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Saya akan berjuang untuk lahirnya undang-undang yang. Memberikan kepastian bagi penyandang disabilitas dalam memperoleh hak ekonomi, sosial, politik, pekerjaan, kebudayaan, jaminan pendidikan dan jaminan sosial, yang sesuai dengan UUD 1945 dan konvensi PBB tentang hak-hak penyandang disabilitas.

2.Menjalankan kewajiban pemerintah RI sesuai amanat konstitusi, menegakkan keadilan dan HAM bagi penyandang disabilitas sebagai manusia maupun rakyat.

3.Membangun pemerintahan yang memiliki persepsi bahwa penyandang disabilitas adalah asset bagi Negara, bukan beban, termasuk dalam keputusan yang diambil baik berupa kebijakan politik regulas maupun kebijakan politik anggaran. Karena bagi saya harus ada keberpihakkan Negara dan akses dalam setiap putusan politik dan implementasinya, agar penyandang disabilitas pun mampu menjadi subyek dalam pembangunan.

Saya ucapkan terima kasih kepada penyandang disabilitas dan keluarganya yang sudah menjadi bagian dari perjuangan ini. Namun saya menyadari semua komitmen yang saya sampaikan, tak mungkin bisa dijalankan, jika kita tidak memenangkan Pilpres 9 Juli 2014.

Saudara-saudara sebangsa dan se-Tanah Air, saatnya kita bergotong royong, berjuang bersama mengawal suara Rakyat hingga penghitungan. Selesai. Saya, Joko Widodo, saya siap berjuang bagi Rakyat Indonesia sekuat-kuatnya, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya!

Jakarta, 5 Juli 2014.
Ber-meterai Rp. 6.000,-
Ditanda tangani.
Joko Widodo
Calon Presiden Rakyat Indonesia.

 

DEMOKRASI UNTUK DISABILITAS – Bangun Pemberdayaan Dari Bawah dan Dari Pinggiran !