Mission Statement

What we want to achieve

Mari peduli dengan penyandang disabilitas dan lepra di Indonesia.

Learn more »

Past Event

31 Januari 2011

WORLD LEPROSY DAY 2011.

Be Our Friend

join our community

langthis!
Blog

MENDUKUNG GERAKAN DEMOKRASI – LILIN 416 – DARI KOREA SELATAN

 

PERLAWANAN GERAKAN PADA ARUS EKSKLUSIFITAS !!!

 

EMPOWER PERSON WITH DISABILITIES based on RIGHTS !!! yes CRPD

 

MEMBANGUN KERJASAMA DENGAN KOMUNITAS DAN MASYARAKAT

 

KETUA FARHAN DAN TEAM BERSAMA GPDLI – MENKOMINFO

Ketua Farhan dan team bersama GPDLI berdiskusi bersama membangun masyarakat yang sadar akan bahayanya Hoax, berita bohong yang sering sekali dilakukan oleh sekelompok masyarakat yang tidak bertanggung jawab demi mendapatkan keuntungan bagi dirinya sendiri. Sungguh perbuatan yang tidak layak dan tidak berkarakter! GPDLI dan FARHAN berkomitmen agar selalu memeberikan informasi yang seimbang dan sejalan dengan semangat PANCASILA dalam membangun masyarakat yang kita cita citakan bersama menuju Indonesia yang maju dan sejahtera. Doa kami untuk semua para PAHLAWAN masa lalu dan masa kini dalam memperjuangkan HAK HAK AZASI MANUSIA !!!

SALAM MERDEKA !

 

PELATIHAN PEMBERDAYAAN TENTANG CRPD – HAK PENYANDANG DISABILITAS di SUMATERA UTARA

Beberapa waktu yang lalu kami mengadakan pelatihan pemberdayaan yang berhubungan dengan CRPD kepada kelompok rekan rekan kami yang mengalami kusta di Lau Simomo, Kabupaten Tanah Karo yang tidak berjauhan dengan Gunung Sinabung yang sedang bergejolak terus sampai hari ini, pelatihan yang dihadiri sekitar 12 orang ini memberikan pengertian tentang pentingnya organisasi pemberdayaan yang berhubungan dengan hak-hak mereka yang menyandang disabilitas baik di lokasi Lau Simomo atau Sumatera Utara secara umum. Pelatihan ini dilakukan secara bersama kelompok perempuan yang ada di Kabupaten Karo dan Medan termasuk Dairi. Peserta dengan sangat antusias mengikuti acara ini dari hari pertama sampai hari ketiga di Hotel Sinabung Berastagi dan kunjungan ke komunitas Lau Simom yang jaraknya tidak terlalu jauh. Disamping itu GPDLI dan FARHAN mengadakan kunjungan langsung ke Moderamen GBKP dan Pusat Disabilitas GBKP yang ada di Kabanjahe yang bernama Alpha Omega, dan bertemu langsung dengan pimpinannya Bapak Pdt Mestika Ginting, Terima kasih atas seluruh dukungan yang diberikan, kepada Ibu Hanna dan team dan Ibu Ramida. Salam pemberdayaan Holistik.

 

Menjadi PEMIMPIN yang Autentik dan INKLUSIF !!!

Banyak sekali manusia yang ingin menjadi pemimpin – padahal antara pemimpin dan pimpinan itu memiliki arti dan makna yang berbeda – yang satu yang bernama pimpinan dianggap adalah fokus pada jabatan belaka, atau hanya menjadi jabatan karier dan peringkat yang lebih tinggi dari sebelumnya! sedangkan menjadi pemimpin itu hanya fokus kepada soal yang berhubungan dengan karakter belaka dan bukan soal kompetensi. Diharapkan kedepan banyak para pimpinan di Indonesia menjadi PEMIMPIN juga, menghargai semua orang termasuk orang-orang yang mengalami peminggiran dan yang tidak masuk dalam hitungan, bukan hanya sekedar bicara dan berlaku seperti para kaum politikus yang sekarang ini sudah begitu mempengaruhi semua pemberitaan media massa dan media sosial ! Kita selalu merindukan Pemimpin dan Pimpinan yang autentik dan inklusif yang tidak membeda-bedakan semua orang atas klasifikasi yang sangat menyakitkan dalam konteks ke INDONESIA an, SELAMAT HARI PAHLAWAN – 10 November 2017 – jadilah pahlawan bagi diri sendiri paling tidak sebelum kita masuk dalam kancah yang lebih luas lagi – MERDEKA -MERDEKA – MERDEKA…

 

PEMIKIRAN KEMERDEKAAN DALAM KEBANGSAAN BERSAMA KAUM DISABILITAS DAN LEPRA

Ditulis: Nuah P. Tarigan

Pemikiran yang sudah kami gelontorkan beberapa waktu lalu dalam Jurnal Perempuan tentang disabilitas dan peranannya dalam dunia politik akan semakin menguat menjelang PEMILU 2019 yang akan datang. Ketimpangan masih banyak terjadi dimana-mana, ketidak-tahuan dan bahkan ketidak pedulian sesama anak bangsa terhadap disabilitas masih saja terus terjadi dimana-mana, baik di lingkungan sekitar rumah maupun dunia kampus bahkan di media massa dan media sosial di Indonesia. Mereka masih terus dipinggirkan didalam setiap arena kehidupan, dimulai dari rumah sakit sampai sekolah dan pemerintah, diperlukan kekuatan politik disabilitas untuk masuk lebih dalam lagi! Membangun sinergi kebersamaan dalam memerangi stigma bagi Lepra dan Kusta dan Diskriminasi bagi Disabilitas dan Lepra yang masih besar di Indonesia.

Diperlukan kerja sama yang kuat dan berkelanjutan dari kaum disabilitas itu sendiri, tidak boleh diam dan hanya menunggu, harus membuat inisiatif yang tinggi dalam membangun kesadaran yang tinggi dan bergerak bersama membangun aliansi dan masuk ke arena poliitik bukan jarena di kasihani namun karena memang sudah ada hak yang melekat di diri siapapun termasuk penyandang disabilitas dan orang yang mengalami kusta dimana saja di Indonesia ini. Mari berdayakan sesama kita dan bergerak maju bersama membangun negeri ini kesemua pulau dan daerah tanpa melihat suku – agama – ras dan asal !!!

 

PRESIDEN JOKO WIDODO – Kami Usul KEMENSOS dirubah saja menjadi KEMENTERIAN KEADILAN SOSIAL DAN PEMBERDAYAAN!

SELAMAT PAGI BAPAK PRESIDEN JOKO WIDODO

Kami ingin menyampaikan rasa kekesalan kami karena masalah DISABILITAS sampai saat ini belum juga tuntas tas setuntas tuntasnya Pak, GPDLI dan rekan rekan komunitas di seluruh INDONESIA menginginkan agar PP yang di minta bukan hanya bergantung pada satu PP saja pak, mohon di antisipasi Bapak, atau menurut kami di GPDLI alangkah baiknya kalau begitu merubah nama KEMENSOS menjadi KEMENTERIAN KEADILAN SOSIAL INDONESIA – sangat sesuai dengan SILA PANCASILA yang KELIMA, dan sangat mendasar sekali Bapak bagi bangsa kita yang sedang giat-giatnya membangun ini. Kami siap memberikan masukan dan diskusi untuk hal ini. Kami melihat kementerian sosial jangan menjadi bulan bulanan dengan hanya bergantung dari kementerian ini, namun seharusnya harus ada pengkoordinasian yang sangat kuat antara semua isu yang berhubungan dengan disabilitas yang kompleks tersebut – apalagi dengan dikaitkannya dengan isu KUSTA dan disabilitas yang diakibatkan penyakit menular tropis yang diabaikan beserta isu SEHAT JIWA dan lain sebagainya!

Undang-undang no. 8 tahun 2016 tentang  Penyandang  Disabilitas telah disahkan pada pertengahan April tahun lalu. Meskipun sudah satu tahun undang-undang tersebut disahkan, namun sampai saat ini belum ada tindakan serius dari pemerintah sebagai wujud komitmennya mengimplementasikan undang-undang tersebut. Bahkan, situasi dan kondisi penyandang disabilitas beberapa waktu terakhir ini justru semakin memprihatinkan dengan adanya kebijakan pemerintah yang diskriminatif, atau yang tidak berpihak kepada difabel atau disabilitas !!!

 

Siaran Pers Gerakan Masyarakat Peduli Hak Hak Penyandang Disabilitas !!! Mengecam Bully Penyandang Disabilitas (MF) Di Kampus Universitas Gunadarma

Siaran Pers

Mengecam Bully Penyandang Disabilitas (MF) Di Kampus Universitas Guna Dharma

16 Juli 2017

#stopbullying

#shameonyougunadarma

#stopperundungandisabilitas

CP Gerakan Masyarakat Peduli Hak Hak Penyandang Disabilitas

Trian Airlangga 087780328205

Jonna Damanik +62 878-8845-7889

Peristiwa kekerasan yang menimpa MF mahasiswa Universitas Gunadarma yang dilakukan beberapa temannya di Kampus kembali menyanyat rasa kemanusiaan kita. Apalagi video yang berdurasi 14 detik yang diunggah oleh seseorang di Instagram menggambarkan tidak ada satupun yang mampu mencegah penghinaan tersebut, malah menunjukkan cara pandang sosial yang merendahkan. Bahkan saat korban berusaha membela diri menjadi bahan candaan dan teriakan yang memojokkan.

Situasi ini sangat menimbulkan keprihatinan yang mendalam. UU Nomor 8 Tahun 2016 menyatakan pada pasal 42 ayat 3 bahwa Setiap Penyelenggara Pendidikan Tinggi wajib menfasilitasi pembentukan Unit Layanan Penyandang Disabilitas. Sedangkan di Pasal 145 menyatakan Setiap Orang yang menghalang-halangi dan/atau melarang Penyandang Disabilitas untuk mendapatkan hak sebagaimana dalam pasal 143 dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah). Pasal 143 point a menjelaskan tentang peringatan setiap orang yang menghalang-halangi Penyandang Disabilitas memperoleh hak pendidikan.

Oleh karena itu kami yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Hak Hak Penyandang Disabilitas menyampaikan hal hal sebagai berikut:

1.        Mengecam keras tindakan dan perilaku yang tidak manusiawi dari orang orang yang notabene sebagai mahasiswa.

2.        Mengecam segala bentuk cara pandang sosial yang mengarah pada penghinaan, merendahkan martabat kepada korban.

3.        Bagi semua Mahasiswa yang terlibat dan meramaikan perbuatan keji tersebut wajib diberikan sanksi sosial dan penyadaran tentang Hak Hak Penyandang Disabilitas.

4.        Hukuman sanksi sosial tersebut adalah 5 tahun berturut turut mengikuti kegiatan Penyandang Disabilitas, minimal 2 kali setiap bulannya.

5.        Menuntut pelaku dan para mahasiswa yang menyaksikan perbuatan keji tersebut untuk mendapatkan bimbingan dari orangtuanya masing masing dan tidak mengulangi perbuatannya lagi

6.        Pihak kampus agar segera mensosialisasikan cara berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas dengan memperhatikan hak hak Penyandang Disabilitas sesuai UU No 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dengan melibatkan organisasi Penyandang Disabilitas.

7.        Meminta Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sebagai penanggung jawab keberlangsungan Pendidikan Tinggi segera melakukan evaluasi atas Pendidikan Inklusi yang tidak memperhatikan hak hak Penyandang Disabilitas di Universitas Guna Dharma dan mencegahnya agar tidak terulang kembali pada semua Universitas di Indonesia.

8.        Kejadian ini harus menjadi perhatian semua lembaga Pendidikan Tinggi tentang pentingnya mensosialisasikan hak hak Penyandang Disabilitas kepada seluruh civitas akedemikanya dengan membuka Layanan Unit Penyandang Disabilitas dan menyertakan Penyandang Disabilitas dalam setiap aksinya.

9.        Bahwa hak dan kedudukan Penyandang Disabilitas secara konstitusional mempunyai posisi yang sama baik dimata hukum, masyarakat, lingkungan pendidikan dan pemerintahan.

10.   Penyandang Disabilitas sebagai warga negara yang memiliki kebutuhan khusus, fisik, mental, intelektual, atau sensorik, akan berhadapan dengan berbagai hambatan yang dapat menghalangi partisipasi mereka secara penuh dan efektif dalam masyarakat, dengan berdasarkan pada asas kesetaraan dengan warga negara pada umumnya. Untuk itu semua pihak mempunyai kewajiban untuk melaksanakan UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang didalamnya mengandung 3 unsur yaitu tanggung jawab menghormati, tanggung jawab melindungi dan tanggung jawab memenuhi. Untuk itu menjadi tanggung jawab kita semua untuk memenuhi aksessibilitas baik fisik maupun non fisik.

Untuk itu beberapa perwakilan dari gerakan ini akan mengadakan Aksi Simpatik pada 17 Juli 2017 Jam 10.00 di Gedung Rektorat Universitas Gunadarma di Jalan Margonda Raya Depok dengan agenda Audiensi, membacakan pernyataan sikap bersama dan surat keprihatinan dari setiap organisasi Penyandang Disabilitas.

Semoga ada hikmah besar dari peristiwa ini, untuk lebih memperhatikan hak hak penyandang

Penyandang Disabilitas. Tentunya pengalaman ini menjadi tahapan sosialisasi terus menerus UU Penyandang Disabilitas setelah disyahkan, guna memajukan hak hak Penyandang Disabilitas, dan umumnya membangun kualitas kehidupan yang lebih baik.

Demikian pernyataan sikap ini disampaikan untuk menjadi perhatian kita semua.

Bagi yang mendukung pernyataan sikap dapat menuliskan nama organisasi/pribadi/komunitas dibawah  ini

A.      Organisasi:

1.       Rumah Autis

2.       Yayasan Balita Tunanetra

3.       Pusat Layanan Difabel (PLD) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

4.       Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni)

5.       AUDISI Indonesia (Advokasi untuk Inklusi Penyandang Disabilitas)

6.       Bandung Independent Living Center (BILiC)

7.       Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB)

8.       LBH Penyandang Disabilitas

9.       Sentra Advokasi Perempuan Difabel dan Anak (SAPDA)

10.   Yayasan Sehjira

11.   Pergerakan Difabel Indonesia untuk Kesetaraan Sulawesi Selatan (Perdik)

12.   Federasi Kesejahteraan Penyandang Cacat Tubuh Indonesia (FKPCTI)

13.   CIQAL – Yogyakarta

14.   Gerakan Untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia – GERKATIN PROV. DKI JAKARTA

15.   Pusat Rehabilitasi YAKKUM

16.   Rumah Cerebral Palsy

17.   Sehati Sukoharjo

18.   PPDK -Klaten

19.   UCPRUK  Yogyakarta

20.   Yayasan Cinta Sahabat Sosial

21.   PPMDI (Persatuan Pengusaha Muda Penyandang Disabilitas Indonesia)

22.   PLJ (Pusat Layanan Juru Bahasa Isyarat)

23.   PPDI (Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia).

24.   PPDI Sragen

25.   HWDI Himpunan Wanita Penyandang Disabilitas – Sulawesi Selatan

26.   DPP HWDI

27.   Dria Manunggal

28.   Puspadi Bali

29.   Mimi Institute

30.   FKM BKA Aceh

31.   Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK)

32.   Persatuan Penyandang Cacat (PERPENCA) Jember

33.   Forum Peduli Difabel Arjasa Jember 31. Forum Peduli Pendidikan Jember

32.   Rotary Club of Jakarta Sentral.

33.   SMA IMMERSION PONOROGO

34.   Akadini (Asosiasi Keluarga dengan Penyandang Disabilitas Netra Indonesia)

35.   Pusat Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Mitra Sejahtera – Gunung Kidul Yogyakarta

36.   PPRBM – Solo

37.   Yayasan Komunitas Tuli Ciayumajakuning (E-TULI)

38.   Forum Bangun Aceh

39.   Yayasan Mitra Netra

40.   Lingkaran Sosial

41.   Serikat Jurnalis Untuk Keberagaman (Sejuk)

42.   Satuan Tugas Perlindungan Anak (Satgas PA)

43.   FKKADK Aceh Besar

44.   SLB Bahasa Hati Sangatta, Kalimantan Timur

45.   Forkasi, Depok

46.   DPD Gerkatin Jawa Barat

B.      Komunitas

1.       Jakarta Barrier Free Tourism (JBFT)

2.       Perintis Jakarta Ramah Autis (PJRA)

3.       Koalisi Pejalan Kaki

4.       Komunitas Orangtua ABK Emak Cakep Anak Keren

5.       Naura Family Edu Centre

6.       Baby Community

7.       BEAT (Barrier Free Environment and Accessible Transport for All)

8.       Komunitas Emak Setrong (Ortu ABK)

9.       Indonesia Disabled Care Community (IDCC)

10.   Forum Malang Inklusi

11.   KUAT (Komite untuk Aksesibilitas Transportasi)

12.   Gerakan Peduli Penyandang Disabilitas (Gertas)

13.   Paguyuban Inklusi Daya Mandiri Surabaya

14.   Bravo for Disabilities

15.   Komunitas M16 – Mataram

16.   Akar Tuli Malang

17.   Care For GBS

18.   Ogest Yogaswara

C.      Pribadi:

1.              Primaningrum A ( Ortu ABK & alumni STIMIK Gunadarma 1988)

2.              Niluh Sri Handayani( Ortu ABK & Alumni STIMIK Gunadarma 91)

3.              IB.Budi Utama (Ortu ABK & Alumni  STIMIK Gunadarma 91)

4.              Cucu Saidah

5.              Dwi Ariyani, Aktifis Disabilitas

6.              Dina Fahima (Solider)

7.              Dewi Tjakrawinata  (orang tua anak berkebutuhan khusus Sindroma Down)

8.              Ro’fah (Orang tua Anak Autis – PLD UIN Sunan Kalijaga)

9.              Sri Lestari Klaten

10.          Samudra

11.          Jaka Ahmad (tunanetra/Flinders University, Australia)

12.          Maria Muslimatun – Yogyakarta

13.          Irdanelly (Alumni STIE Gunadarma 96)

14.          Istiaq Mubarak

15.          Rini Rindawati (SAPDA)

16.          Rachmita (Pengajar tetap UMB, alumni UMB ’90)

17.          Sapto Suharno

18.          Yustitia Arief SH – Aktifis

19.          Harliza Diah Purnomowati

20.          Rubby Cahaya Rani

21.          Maesaroh binti Rozali

22.          David Tjahjana (GAUN)

23.          Ruth Eveline

24.          Bahrul Fuad

25.          Lies Arum Wardhani

26.          Farida Lucky Utami

27.          Ria Deviana

28.          Slamet Tohari, PSLD Unibraw Surabaya

29.          Chairunnisa

30.          Frieda Simangunsong

31.          Totok Bintoro (IndoEducForAll)

32.          Noor Azmi (Pemerhati Penyandang Disabilitas)

33.          Iin Saputri (Alumni Flinders University)

34.          Maria Un

35.          Niluh (orangtua anak Downsindrome)

36.          Totok Rawi Djati – SAPDA Jogja

37.          Primarendra – SAPDA Jogja

38.          Bambang Rudianto, S.Sos – Camat Sukorambi, Kab. Jember, Jawa Timur.

39.          Suparto – PERPENCA Jember, Jawa Timur

40.          Moh. Zaenuri Rofi’i – PERPENCA Jember

41.          Rike Puspitasari (Ortu Anak Berkebutuhan Khusus Autis)

42.          Ermasari Susanti (Ortu ABK Autis)

43.          Harliza Diah Purnomowati (Ortu ABK Autis)

44.          Adysti Issusilaningtyas (Ortu ABK Autis)

45.          Zakiyyatul Fakhiro (Ortu ABK Autis)

46.          Elly Silmi (Ortu ABK Autis)

47.          Agus Ferdinand (Ortu ABK Autis)

48.          Lovita Cendana (Ortu ABK Autis)

49.          Endang Susie (Ortu ABK Autis)

50.          Lenggang Pakuan (Ortu ABK Autis)

51.          Parameswari (Ortu ABK Autis)

52.          Jenny M Indarto (Ortu ABK Autis)

53.          Uswatun Hasanah (Ortu ABK Autis)

54.          Tika (Ortu ABK Autis)

55.          Briliantina L Hidayat (Ortu ABK Autis)

56.          Fitri Nurjana (Ortu ABK Autis)

57.          Sri Rahma (Ortu ABK Autis)

58.          Donna Angeline Utami (Ortu ABK Autis)

59.          Leni lestari (Ortu ABK Autis)

60.          Risrona Talenta Simorangkir (Ortu ABK Autis)

61.          Asnia Pane (Ortu ABK Autis)

62.          Debit Ridawati (Ortu ABK Autis)

63.          Rini Saribanon (Ortu ABK Autis)

64.          Jevi Silva (Ortu ABK Autis)

65.          Selfiana Safitri (Ortu ABK Autis)

66.          Darlia Martiningsih (Ortu ABK Autis)

67.          Nur Rany Fatimah (Ortu ABK Autis)

68.          Rani Rapshodhy (Ortu ABK Autis)

69.          Meriza Yolanda (Ortu ABK Autis)

70.          Sri Suwarti (Ortu ABK Autis)

71.          Michelle Dian Lestari (Ortu ABK Autis)

72.          Ita Lestari (Ortu ABK Autis)

73.          Herlina Nuraeni (Ortu ABK Autis)

74.          Daminatilada (Ortu ABK Autis)

75.          Kimshameka (Ortu ABK Autis)

76.          Nora Yuni Astuti (Ortu ABK Autis)

77.          Tata Syarief (Ortu ABK Autis)

78.          Ajeng Pramono (Ortu ABK Autis)

79.          Riza iskandar (Ortu ABK Autis)

80.          Budi Winarto (Ortu ABK Autis)

81.          Mathilda (Ortu ABK Autis)

82.          Ayu Yustitia (Ortu ABK Autis)

83.          Ling An (Ortu ABK Autis)

84.          Lovita Cendana (Ortu ABK Autis)

85.          Mutiara Huslaili (Ortu ABK Autis)

86.          Alifia Garani (Ortu ABK Autis)

87.          Ima Setiani (Ortu ABK Autis)

88.          Agustin Kurnia Dewi (Ortu ABK Autis)

89.          Khairunnisa F. A. (Ortu ABK Autis)

90.          Fauziyyah Salmaa (Ortu ABK Autis)

91.          Titi Nursamsyu (Ortu ABK Autis)

92.          Hafshah Aulia (Ortu ABK Autis)

93.          Nabila Sulistiani (Ortu ABK Autis)

94.          Selvita Brilyana (Ortu ABK Autis)

95.          Rizkia Sabilla (Ortu ABK Autis)

96.          Cahyati Rizky H (Ortu ABK Autis)

97.          Yayang Fadhyla A (Ortu ABK Autis)

98.          Yemima.C (Ortu ABK Autis)

99.          Wanda Fauzan (Ortu ABK Autis)

100.       M Andrew Antonio (Ortu ABK Autis)

101.       Maya DRF Wijaya (Ortu ABK Autis)

102.       Astri Permata Sari (Ortu ABK Autis)

103.       Suwito PGH (Ortu ABK Autis)

104.       Siswadi, Aktifis dan Penyandang Disabilitas

105.       Berry B Tanukusuma (aktifis Insan Pasca Stroke dan Orangtua Anak Tuna Netra)

106.       Heroe DNIKS

107.       Ari Kurniawan

108.       Hardiyo – Gunung Kidul Yogyakarta

109.       Siradjudin Fahmi (wartawan dan pemerhati permasalahan Penyandang Disabilitas)

110.       Rita Fithriyaty

111.       Dian Septi

112.       Patricia Tampubolon

113.       Ridwan Sumantri – Penyandang Disabilitas Pengguna Kursi Roda

114.       Sunarman Sukamto

115.       Heny Haryani

116.       Diana Effendi

117.       Mimi Lusli

118.       I Nengah Latra

119.       Suharto

120.       Revita Alfi (Tuna Rungu)

121.       Rina Prasarani (Tuna Netra + Orangtua MDVI/Multi Disabled Visually)

122.            Iies Arum (Ibu difabel Tuli/Komunitas Keluarga Bisindo)

123.       Udana Maajid (Tuli)

124.       Adhien Fadhli R. (Tuli)

125.       Anika Dyah E. ( Tuli )

126.       Stefanus Indra A K  ( Tuli )

127.       Hasby Biasafil (DVO Solo – Juru Bahasa Isyarat)

128.       Paulus Andik (shining tuli kota batu)

129.       Susianah (Bravo- magelang)

130.       Davie (gerkatin kepemudaan – Tuli)

131.       Fajar ( Gerkatin kab kebumen )

132.       Viani (HOH)

133.       Gian Adi Prasetio (Tuli)

134.       Lia ( Tuli n Gerkatin D.I.Yogyakarta )

135.       Fikri Muhandis (Tuli)

136.       Abraham Agustian Eldo ( Tuli & Komunitas AKTU Sidoarjo )

137.       Barrep Saputro (Tuli – Komunitas BTBekasi)

138.       Rieka Aprilia H (Tuli – Akar Tuli Malang)

139.       Anisa K.W (Tuli)

140.       Sumiati (Tuli-Gerkatin Kota Malang)

141.       Angga Nikola Fortuna ( Tuli – DPD GERKATIN JAMBI)

142.       Abdul Jabbar ( Tuli )

143.       Sarah Nur Amalia ( Komunitas Bambu Tuli Bekasi )

144.       Joan Nurhalim ( Tuli)

145.       Putri ( Hijrah Tuli Cimahi )

146.       Ade Rima Suryani (Relawan Penyandang Disabilitas Balikpapan)

147.       Iriansyah (RS. dr. R. Hardjanto)

148.       Shanti  ( tuli )

149.       Pratama Galih (warga Kota Batu)

150.       Muhammad Ibnu, Tuli Cirebon

151.       Asnawi Nurdin, Banda Aceh

152.       Nurul Asyura, Banda Aceh

153.       Eva Kasim, Penyandang Disabilitas dan Aktifis

154.       Silvia Atamimi, Relawan Penyandang Disabilitas dari Lombok

155.       Rosa Trisnawati, Relawan Penyandang Disabilitas dari Lombok

156.       Christian P

157.       Luluk Attaullah (Ortu ABK)

158.       Ilma Sovri Yanti (Inisiator MRAD)

159.       Dr. Latri Mumpuni Margono, Akedemisi

160.       Prayitno, Praktisi

161.       Dessy Mardiana (Ortu ABK, Penyandang Lupus)

162.       Annisa Karnadi (Pemerhati)

163.       Ida Sri Widodo (Ortu ABk Autis)

164.       Meytia Mutiara (Ortu ABK)

165.       Evi Risnawati (Ortu ABK)

166.       Dwi Sugiarti, Simpatisan

167.       Maria Pohan (Ortu ABK Tuna Netra)

168.       Pingkan Riztiarto, Simpatisan

169.       Junika Sugiarsih, orangtua ABK

170.       Dudi Bandung BILiC

171.       Djumono, Bandung

172.       Billy Birlan Purnama, Bandung

173.     Tri Silvanto, pekerja kemanusiaan

174.       Syamsul Bahri ( National Paralympic Indonesia Of West Sumatra )

175. Gatot Susilo (ortu ABK tuna netra)

176 Dede Supriyanto (P4TK TK PLB, Pemerhati)

177. Dr Nuah P. Tarigan (GPDLI)

178. Hermen M Hutabarat (GPDLI dan FARHAN)

[1]

Octaviany Wulansari (Tuli- Akar Tuli)