Categories
from author

BUKU DISABILITAS DAN AGAMA-AGAMA akan di luncurkan pada tanggal 11 JULI 2022

Categories
from author

Training Perfilman Inklusif

Membangun kepedulian warga negara Indonesia yang bertanggung jawab

Categories
from author

WLD DI JDC

Kita melakukan suatu acara yang relevan denga konteks diatas di JDC JAKARTA yang di hadiri oleh kami pengurus GPDLI bahkan KND begitu pula tma kami di JAKARTA dan kota kota lain, termasuk JAKARTA.

Bergerak Dihari Kusta..Dunia, stigma dan Diskriminasi kita arahkan menjadi Inklusi dan memperkuat Toleransi , dan empaty.Tentunya agar terhapus – kan STIGMA dan DISKRIMINASI Baik Terhadap Kusta maupun Disabilitas, Berjuang Bersama Pemenuhan Hak dan Perlindungan Disabilitas.Cek Acara kita GPDLI dihadiri Narasumber, dan 4 Komisioner Nasional Disabilitas, untuk berkolaborasi membangun Indonesia Inklusi. https://www.youtube.com/watch?v=H6jtFeh8Bec…#JANGANLUPAKUSTA#NgaspalMotorRoda3 by WAHAB SUDRADJAT.

Categories
from author

WORLD LEPROSY DAY by GPDLI

Salam Hormat Dan Inklusi, Dalam Rangka Memperingati Hari Kusta Dunia (Word Leprosy Day) Kami GERAKAN PEDULI DISABILITAS DAN LEPRA INDONESIA GPDLI Bermaksud Mengundang Bapak Ibu Dalam Acara Kegiatan Talkshow Kami yang Bertema :
“Membangun LITERASI DIGITAL serta UKM termasuk penghapusan STIGMA dan DISKRIMINASI terhadap KUSTA termasuk DISABILITAS lainnya” Silakan Bapak/Ibu Untuk Bisa Mengikuti Kegiatan hari Sabtu, Tanggal 29 Januari 2022 Secara Virtual Zoom dengan Bergabung Mengklik Tautan Grup Wa Menjadi Peserta tautan Dibawah Ini 👇https://chat.whatsapp.com/Jk1UQD3YfoRDaLnVDw2bPf
Link Zoom Akan Disampaikan Di Grup WhatsApp tersebut.
Menghadirkan Pembicara Talkshow dalam Player Diatas Dan Dukung Terus Kami GPDLI untuk Kampanye Bersama Menghapuskan Stigma Dan Diskriminasi Terhadap Kusta dan Disabilitas.
https://twb.nz/gpdliworldleporosyday http://www.gpdlimovement.org/
http://www.pedulidisabilitas.org/
dengan #HapusStigmaDanDiskriminasi

JANGANLUPAKUSTA

WorldLeprosyDay

Categories
from author

Hari Kusta Sedunia

30 JANUARI 2022 – MEDIA RELEASE

Hari Kusta Sedunia
30 Januari 2022

Akhiri Diskriminasi Kusta Memalukan dalam Hukum – Pakar HAM PBB
JENEWA (28 Januari 2022) – Seorang pakar hak asasi manusia PBB hari ini mengecam keberadaan lebih dari 100 undang-undang secara global yang mendiskriminasi orang yang terkena kusta, mengatakan itu memalukan bahwa pemerintah terus membuat undang-undang terhadap mereka yang menderita salah satu penyakit tertua yang diketahui. umat manusia.
“Sudah waktunya bagi semua Negara terkait untuk membuat pilihan: apakah akan mempertahankan undang-undang yang diskriminatif terhadap orang yang terkena kusta dengan melanggar standar hak asasi manusia internasional, atau menghapus diskriminasi tersebut dalam undang-undang tanpa penundaan,” kata Alice Cruz, Staf Khusus PBB Pelapor tentang penghapusan diskriminasi terhadap orang yang pernah mengalami kusta dan anggota keluarganya.
Menurut angka terakhir yang diberikan kepada Organisasi Kesehatan Dunia oleh 139 negara, ada 127.558 kasus kusta baru yang terdeteksi secara global pada tahun 2020, menunjukkan penurunan kasus baru sebesar 37 persen, atau bahkan lebih dari 50 persen di beberapa negara, kurang dari tahun-tahun sebelumnya. . Diyakini bahwa angka sebenarnya jauh lebih tinggi karena diagnosa dan pelaporan telah dipengaruhi oleh pandemi COVID. Keterlambatan dalam mendeteksi dan mengobati kasus pada tahap awal menyebabkan gangguan dan disabilitas fisik yang tidak dapat diperbaiki.
Di India, negara dengan jumlah kasus terbanyak, Komnas HAM menyatakan saat ini terdapat 97 ketentuan hukum yang diskriminatif terhadap penderita kusta. Setidaknya sekitar 30 negara masih memiliki undang-undang diskriminatif terkait kusta (daftar lengkap tersedia dalam laporannya kepada Majelis Umum, A/76/148).
Cruz mengatakan bahwa undang-undang yang diskriminatif – baik ditegakkan secara aktif atau tidak – memotivasi, mengizinkan dan menormalkan pelanggaran substantif, terutama terhadap perempuan.

“Keberadaan undang-undang yang mengizinkan perceraian dengan alasan kusta berdampak buruk pada perempuan, menghalangi akses mereka ke perawatan kesehatan dan keadilan,” kata pakar PBB menjelang Hari Kusta Sedunia pada 30 Januari.

“Dengan memformalkan stereotip berbahaya sebagai label yang sah dan menormalkan penghinaan dan kekerasan sebagai praktik resmi, undang-undang tersebut secara signifikan membahayakan mata pencaharian, mengecualikan orang yang terkena kusta dari partisipasi politik dan sipil, dan menambah kelalaian Negara terhadap kelompok yang terpinggirkan ini,” katanya.

Akar penyebab kerangka diskriminatif hukum terkait erat dengan pembingkaian kusta yang salah oleh pengobatan modern awal sebagai penyakit yang sangat menular, kata Cruz. Saat ini, penyakit ini dapat disembuhkan dengan terapi multiobat. Lebih dari 16 juta pasien kusta telah dirawat selama 20 tahun terakhir.

“Yang mengejutkan, banyak dari undang-undang diskriminatif yang berlaku lama setelah ditemukannya obat kusta pada 1950-an,” kata pakar PBB itu. “Beberapa dari undang-undang ini telah diberlakukan bahkan selama dekade pertama abad ke-21. Terlebih lagi, undang-undang semacam itu menjangkau Global North dan Global South.”

Cruz mendesak Negara-negara untuk mengubah atau menghapus undang-undang, kebijakan, dan kebiasaan yang diskriminatif sebagai prioritas, dan untuk mengadopsi undang-undang anti-diskriminasi yang komprehensif.
SELESAI

Ms Alice Cruz is the UN Special Rapporteur on the elimination of discrimination against persons affected by leprosy and their family members. She was appointed in November 2017 by the Human Rights Council. Ms. Cruz worked as External Professor at the Law School of University Andina Simón Bolívar – Ecuador and in several Portuguese universities as researcher on health and human rights, in particular leprosy. She participated in the elaboration of WHO Guidelines for Strengthening Participation of Persons Affected by Leprosy in Leprosy Services. She has researched and written on the subject of eliminating leprosy and the stigma attached to it and has interacted with various stakeholders, including persons affected by leprosy.
The Special Rapporteurs are part of what is known as the Special Procedures of the Human Rights Council. Special Procedures, the largest body of independent experts in the UN Human Rights system, is the general name of the Council’s independent fact-finding and monitoring mechanisms that address either specific country situations or thematic issues in all parts of the world. Special Procedures experts work on a voluntary basis; they are not UN staff and do not receive a salary for their work. They are independent from any government or organization and serve in their individual capacity.
For inquiries and media requests, please contact: Ms. Younkyo Ahn ( + 41  22 917 9537 / younkyo.ahn@un.org)
For media inquiries related to other UN independent experts please contact Jeremy Laurence (jeremy.laurence@un.org)
Follow the UN’s independent human rights experts on Twitter @UN_SPExperts
Concerned about the world we live in?Then STAND UP for someone’s rights today.#Standup4humanrightsand visit the web page at http://www.standup4humanrights.org

Categories
from author

HBD GPDLI ke 12 Tahun

Pada tanggal 15 DESEMBER lalu GPDLI berulang tahun yg ke 12 TAHUN, bersamaan dengan wafatnya salah satu pendirinya yg bernama Bpk Hermen M Hutabarat, ada tiga orang pendirinya yaitu Nuah P Tarigan, Alm. Ali Saidi dan yg terakhir Alm. Hermen M Hutabarat, mereka semua adalah pahlawan bagi yang mengalami kusta dan disabilitas, semoga GPDLI semakin dewasa dan orang-orangnya semakin mandiri, SALAM.

Categories
from author

PEDULI PADA LANSIA DISABILITAS KUSTA

Categories
from author

“Menghadapi Stigma dan Disabilitas pada Kusta dan Disabilitas secara Perlindungan Hukum”

Dalam menyambut Hari Disabilitas Internasional pd tgl 3 Des yang akan datang dan HUT ke 12 GPDLI dan Kusta Dunia di akhir Januari 2022 maka kita akan mengadakan acara zoom atau webinar tanggal 27 Nov 2021.
Jam 15.00-17.00 WIB
Dengan tema ttg: “Menghadapi Stigma dan Disabilitas pada Kusta dan Disabilitas secara Perlindungan Hukum”

Dengan beberapa pembicara dari Luar Negeri dan Dalam Negeri Spt:
1.Amar Timalsina – Nepal
2.Charlly A Simon-Malaysia
3.Jan Ramos Pandia-Hukum online

  1. Rizky Karo-FH UPH
  2. Nuah Tarigan -GPDLI
  3. Wahab Sudradjat-GPDLI
  4. Zefanya A Silaen-Unpad

Dgn kontak ke Dee di 081212681530 Dan silahkan ke WA group acara ini dan jangan lupa /menulis ABSENSI nya di tengah acara. Thks. Salam.
https://chat.whatsapp.com/FMdwnCTuWfQIIIFnYbjXEW

Categories
from author

Dalam Rangka memperingati hari Disabilitas Internationaltanggal 3 Desember 2021 yad

Dalam Rangka memperingati hari Disabilitas Internationaltanggal 3 Desember 2021, Gerakan Peduli Disabilitas & Lepra Indonesia bekerja sama dengan Inklusi Film Indonesia mengadakan beberapa rangkaian kegiatan 1. Webinar dengan Thema : Keterbatasan bukan hambatan untuk berkarya, Nara Sumber : Dr. Ir Nuah P. Tarigan.,MA – Ketua Umum Gerakan Peduli Disabilitas & Lepra Indonesia ( GPDLI, Budi Sumarno, Praktisi Film, Dokumenteries, Founder InklusiFilm, Molzania, Bloggers,Conten Creator Disabilitas Celebral Palsy tanggal 17 September 2021, jam 15:00 sd 17:00 WIB. 
2. Workshop ” Yuk Bikin Skenario iklan, Film Pendek & Dokumenter ” Nara Sumber : Budi Sumarno ( Dokumenteries, Praktisi Film dan Iklan ) tanggal 1 dan 2 Oktober 2021, Jam : 15:00 sd 17:00 WIB. 
3. Cara Cerdas Bikin Film Pake Smartphone, tanggal : 8-9 Oktober 2021, jam 15:00-17:00 WIB.  yuk gabung dan daftarkan di https://bit.ly/3htf3AJ

Dalam Rangka memperingati hari Disabilitas Internationaltanggal 3 Desember 2021, Gerakan Peduli Disabilitas & Lepra Indonesia bekerja sama dengan Inklusi Film Indonesia mengadakan beberapa rangkaian kegiatan 1. Webinar dengan Thema : Keterbatasan bukan hambatan untuk berkarya, Nara Sumber : Dr. Ir Nuah P. Tarigan.,MA – Ketua Umum Gerakan Peduli Disabilitas & Lepra Indonesia ( GPDLI, Budi Sumarno, Praktisi Film, Dokumenteries, Founder InklusiFilm, Molzania, Bloggers,Conten Creator Disabilitas Celebral Palsy tanggal 17 September 2021, jam 15:00 sd 17:00 WIB. 
2. Workshop ” Yuk Bikin Skenario iklan, Film Pendek & Dokumenter ” Nara Sumber : Budi Sumarno ( Dokumenteries, Praktisi Film dan Iklan ) tanggal 1 dan 2 Oktober 2021, Jam : 15:00 sd 17:00 WIB. 
3. Cara Cerdas Bikin Film Pake Smartphone, tanggal : 8-9 Oktober 2021, jam 15:00-17:00 WIB.  yuk gabung dan daftarkan di https://bit.ly/3htf3A DISEDIAKAN JBI.

Categories
from author

Peran Perempuan Dalam Menjaga Protokol Kesehatan Dan Mentalitas Dalam Memahami Pandemi Covid 19 Se-Masa PPKM Atau Dirumah dalam situasi Pandemi ini Indonesia

Halo Salam Inklusi Untuk Indonesia
KONGKOW VIRTUAL BINCANG SANTAI GPDLI
Apakah Anda Ingin Tahu Bagaimana Peran Perempuan Dalam Menjaga Protocol Kesehatan Dan Mentalitas Dalam Memahami Pandemi Covid 19 Se-Masa PPKM Atau Dirumah dalam situasi Pandemi ini Indonesia sekarang diangka paling tinggi kasus penyebaran ,makanya kita perlu waspada dan tetap menjaga imunitas kita terutama mentalitas diri rohani dalam menghadapinya dengan perlu adanya share obrolan santai perempuan yang sangat penting berperan terutama di rumah dilingkungan keluarga mari saksikan ikuti obrolan santai bersama pembicara perempuan tangguh kita !
FREE REGISTRASI

đź—“Hari/tgl : Sabtu,24 Juli 2021
⏰Waktu : 14.00- 16.00 WIB
đź“ťRegistrasi : https://bit.ly/3iJO3x1
đź’» Via Zoom

Sharing Session

đź“Ś Speaker
-Yustitia Arief,SH (Audisi)
-Luluk Aryantiny Ketua Yayasan Propor Peduli Disabilitas Situbond (PPDIS)
-Isnal Dina,S.E (Pekerja /Admin Erkad)
-Nieke Monika Kulsum (Bendahara GPDLI Jakarta)

đź“ŚHost

  • A Taufik Zulfikri (Duta Gugus Covid19)

Fasilitas yang didapat:
đź’ˇIlmu yang bermanfaat
đź’ˇTerdapat Juru Bahasa Isyarat
đź’ˇsertifikat

Nara Hubung :
đź“ž Arthur
http://wa.me/628170854333
đź“ž wahab
http://wa.me/6285885503361


GPDLI 2021

webinarCovid19

webinardisabilitas

webinargratis

Ayolah. Lihat zoom ini