KUNJUNGAN ABI MARUTAMA (TIM GPDLI) KE AMERIKA SERIKAT dalam rangka YSEALI – Wawancara NUAH TARIGAN dengan ABI MARUTAMA

By Dr. NUAH P TARIGAN

Salah satu program yang diwariskan dari masa pemerintahan Obama ialah Young South East Asia Leaders Initiative Professional Fellowship Program (YSEALI). Program tersebut memberikan kesempatan bagi pemuda yang menginginkan perubahan lebih baik di kawasan Asia Tenggara. YSEALI memberikan kesempatan selama 6 minggu bagi sejumlah pemuda yang terpilih untuk mempalajari nilai-nilai, kebudayaan, sejarah, politik, ekonomi hukum dan kebijakan neagara Amerika sebagai percontohan negara demokrasi yang mengakui dan melindungi seluruh hak-hak warganya.

Abi Marutama salah satu delegasi dari Indonesia yang memperoleh kesempatan untuk mempelajari isu disabilitas di Amerika. Pemerintah Amerika Serikat melalui US Department of State mendelegasikan pelaksanaan teknis untuk fellowship YSEALI ini kepada American Council on Young Political Leaders (ACYPL). ACYPL adalah organisasi non-partisan dan tidak terafiliasi dengan dua kekuatan besar partai politik di Amerika. Di bawah ACYPL program selama 6 minggu bagi 16 delegasi dari 5 negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Thailand, Myanmar dan Filipina) yang kesemuany memiliki minat yang berbeda-beda dan penempatan fellowship di kota yang berbeda juga.

Abi mendapatkan kesempatan untuk menentap dan melaksanakan felowship di Washington DC dengan organisasi American Association of People with Disabilities (AAPD). Dalam kesmepatan fellowship tersebut Abi berfokus pada pengetahuan seputar American with Disability Act (ADA) dan peraturan lain yang menyangkut dengan kebijakan disabilitas di Amerika Serikat. Dalam masa fellowship tersebut Abi dan peserta lainnya tidak hanya mempelajari apa yang menjadi fokus mereka masing-masing. Tetapi juga Abi dan peserta lainnya melakukan bebrbagai pertemuan penting dengan berbagai tokoh penting di Amerika serta menikmati program kebudayaan Amerika.

Abi dan para peserta lainnya bertemu mantan anggota kongres dan senat, pelobi di bidang pendidikan dan lingkungan hidup, aktivis HAM, walikota hingga orang-orang di pemerintah federal dan pihak swasta yang masing-masing memiliki peran dan kontribusi dalam memajukan negara Amerika untuk menjadi lebih baik. Umumnya setiap pertemuan diisi dengan pembicaraan mengenai penegalaman para orang-orang penting dari Amerika mengenai apa yang telah mereka lakukan. Sebagai contoh beberapa mantan anggota kongres menyampaikan pengalaman mereka saat melakukan proses legislasi ADA. Untuk orang Amerika ADA adalah salah satu undang-undang yang terpenting setelah American Civil Rights Act (ACRA). Pada awalnya ACRA belum menyertakan disabilitas sebagai bagian dari hak sipil. Setelah ADA diperkenalkan oleh National Council on Disability (NCD) pada kongres di tahun 1990 dan mantan presiden Bush Senior sangat berambisi bahwa rancangan ADA harus diselesaikan karena ADA akan melindungi hak-hak disabilitas Amerika. Barulah kemudian hak-hak disabilitas dimasukan ke dalam ACRA. Sebagai hasilnya sedikit demi sedikit perbaikan perlindungan hak-hak disabilitas Amerika semakin baik dan diskriminasi terhadap disabilitas mulai menurun.

Amerika Serikat bukanlah dengan sempurna di mana kelompok disabilitas juga masih mengalami hambatan dan diskriminasi. Namun walaupun demikian Amerika berpikir bahwa di negara dan kawasan lain, masih banyak kelompok disabilitas yang mengalami masalah jauh lebih sulit dan tidak adanya kebijakan disabilitas yang menjamin perbaikan hak-hak disabilitas di kawasan dan negara tersebut. Komitmen ini ditindaklanjuti dengan membentuk Office of International Disability Rights yang memberikan bantuan kepada negara-negara untuk meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas melalui perbaikan kebijakan disabilitas di sektor publik dan swasta.

Yang menarik dari disabilitas di Amerika ialah tidak ada 1 lembaga khusus yang menangani disabilitas. ADA mewajibkan setiap lembaga federal dan negara bagian untuk taat denganĀ  ketentuan ADA bergantung pada sektor yang ditanganinya. Dengan demikian dalam tataran implementasi, setiap lembaga federal dan negara bagian memilki kantor urusan disabilitas yang memastikan kebijakan di negara bagian dan tingkat federal memenuhi standar yang ditetapkan ADA.

Karena setiap negara bagian memiliki konstitusi dan undang-undang masing-masing, seringkali pelaksnaan ADA tidak maksimal karena kebijakan yang berbeda di tiap negara bagian. Namun demikian, masyarakat dapat menyampaikan keluhan dengan nengajukan tuntutan ke pengadilan di tingkat lokal dan tingkat negara bagian. Beberapa negara bagian mungkin akan membantah argumentasi para penyandang disabilitas Amerika. Namun pengadilan tingkat federal dengan kekuasaan mengadili pada kasus yang berhubungan dengan hukum federral dapat saja menganggap bahwa telah terjadi pelanggaran atas hak-hak disabilitas yang dilakukan oleh pemerintah negara bagian atau lokal. Pengadilan federal dapat berdalih bahwa pemerintah federal atau lokal telah membuat kebijakan yang bertentangan dengan hukum federal dan itu merupakan pelanggaran prinsip hukum dan kebijakan di mana pemerintah lokal atau federal tidak dapat membuat aturan bertentangan dengan hukum dan kebijakan pemerintah federal.

Hal yang menarik lainnya ialah penyelenggaran pemilu di AS tidak bersifat nasional. Dengan demikian setiap negara bagian memiliki kewenangan dan peraturan masing-masing terkait pemilu. Namun demikian setiap proses dan logistik pemilu harus memenuhi syarat aksesbilitas yang ditetapkan oleh Help America Vote Act. Amerika memiliki mesin elektronik pemilu yang ramah disabilitas. Mesin tersebut dapat digunakan bagi mereka yang mengalami disabilitas pendengaran dan penglihatan. Sedangkan untuk disabilitas fisik, tempat pemungutan suara selalu dipastikan akses bagi mereka.

Keunggulan dari disabilitas Amerika ialah mereka memiliki teknologi yang dapat menunjang kehidupan mereka. Mulai dari Google Glass yang dapat memberikan petunjuk jalan bagi orang dengan disabilitas penglihatan dan pendengaran, Local Motors dan IBM yang membuat Smart Watson Bus di mana bus dapat berkendara sendiri tanpa pengemudi dan bus tersebut sangat ramah disabilitas hingga fasilitas relay phone yang menghubungkan orang dengan disabilitas pendengaran dengan orang tanpa disabilitas melalui sambungan telepon.

Amerika bukanlah negara yang sempurna. Disakriminasi berdasarkan status ekonomi, sosial, jenis kelamin, etnis, agama dan disabilitas masih terjadi. Tetapi Amerika tetap berjuang mempertahankan hal-hal yang baik seperti nilai-nilai demokrasi dan toleransi dan tetap berusaha memperbaiki hal-hal yang masih menjadi masalah bagi Amerika sendiri. Sebagai negara yang menjunjung demokrasi, Amerika tidak hanya mencoba memperbaiki apa yang ada di negaranya, tetapi juga memperbaiki dunia. Melalui bantuan luar negeri dan dukungan diplomasi, Amerika ingin dunia ini lebih baik termasuk bagi penyandang disabilitas di mana pun mereka berada.

 

Comments

No comments so far.

  • Leave a Reply
     
    Your gravatar
    Your Name
     
     
     


    × seven = 35