RENUNGAN PAGI: MARI SALING MENGHEBATKAN oleh GANI KAHURIPAN, Surabaya

*Renungan Pagi*
• Gani Kahuripan, Surabaya

*MARI SALING MENGHEBATKAN*

SIAPA yang tidak kenal nama Edmund P. Hillary (1919-2008). Pendaki legendaris dan fenomenal asal Selandia Baru itu tercatat sebagai manusia pertama mencapai atap dunia di Himalaya. Dia dicatat oleh dunia sebagai orang pertama yang menginjakkan kaki di Mount Everest, puncak gunung tertinggi di seantero jagat raya.

Sebelumnya ribuan pendaki dari seluruh dunia mencoba menaklukan Mount Everest, termasuk tim pendaki gunung terkenal kelas dunia dari Swiss, Inggris dan Amerika, tapi selalu gagal. Bahkan tercatat 206 orang pendaki kawakan tewas saat melakukan pendakian ke Himalaya.
Misalnya pendaki kawakan George Leigh-Mallory tahun 1924, gagal. Mallory mengalami kecelakaan dalam pendakian tersebut. Lalu tim pendaki elit asal Swiss yang beranggotakan pendaki kelas dunia, pada tahun 1952 juga terpaksa harus turun kembali setelah hanya mencapai puncak punggung selatan Mount Everest yang berjarak 1.000 meter di bawah puncak utama.

Tapi, Edmund Hillary sukses.
Pada 29 Mei 1953 pukul 11.30 waktu setempat, Edmund Hillary berhasil mencapai puncak Everest pada ketinggian 29,028 kaki di atas permukaan laut. Setelah menancapkan bendera kebangsaan Selandia Baru, Inggris dan Nepal, 15 menit kemudian harus segera turun karena tidak mau ambil risiko kekurangan oksigen.

Kabar keberhasilan Edmund Hillary mencapai puncak Gunung Everest itu baru disiarkan ke penjuru dunia pada tanggal 2 Juni 1953, bertepatan dengan tanggal pelantikan Ratu Elizabeth II. Setahun kemudian, Ratu Elizabeth II memberi gelar bangsawan _Sir_ kepada Edmund. Sejak itu, nama Edmund Hillary menjadi legenda dunia.

Namun tahukah Anda, ada satu orang bernama *Tenzing Norgay* (1914–1986) yang berperan sebagai sherpa (pemandu) dari Nepal yang bertugas memandu sekaligus mengangkut barang untuk membantu pendakian yang dilakukan Edmund Hillary.

Tidak banyak yang tahu bahwa pendakian tersebut sebenarnya dilakukan dengan tim yang cukup besar. Ada banyak tim yang tugasnya men-support Edmud Hillary. Pendakian itu sendiri melibatkan tidak kurang dari 200 orang.

Sebagai pemandu seharusnya Tenzing Norgay-lah yang sampai tiba terlebih dahulu di puncak gunung Mount Everest. Bukan Edmund Hillary sebagai pendaki utama.

Pada saat menjelang titik akhir pendakian, Tenzing Norgay sudah berada 20 meter menuju puncak. Sangat mudah baginya untuk segera naik ke puncak dan menjadi orang pertama yang berhasil menaklukan Mount Everest.

Namun pada posisi itu Tenzing Norgay malah bergeser ke kiri dan mempersilahkan Edmund Hillary menuju puncak. Hillary pun sampai di puncak dan tercatat menjadi orang pertama yang berhasil menaklukkan Puncak Everest.

Ketika mereka turun dari puncak Mount Everest usai sukses melakukan pendakian fenomenal itu, wartawan bertanya kepada Tenzing Norgay.
“Mengapa bukan Anda yang dicatat sebagai pendaki pertama. Bukankah sebagai pemandu Anda yang pertama sampai di puncak?”

Tenzing Norgay dengan senyum ramah bermakna sikapnya yang sangat rendah hati, menjawab:
_Betul, sayalah yang memandu Edmund Hillary. Namun ketika satu langkah menuju puncak, saya mempersilahkan Edmund Hillary untuk naik ke puncak. Mencapai puncak Everest, itu adalah impian Edmund Hillary, bukan impian saya. Saya tidak berambisi untuk itu. Impian saya adalah bagaimana membantu Edmund Hillary untuk menjadi manusia pertama yang mencapai puncak Everest. Kalau itu tercapai, itulah kebahagiaan yang dan kesuksesan saya. Silahkan Edmund Hillary yang dicatat sebagai pendaki pertama yang berhasil menaklukan puncak gunung Everest._

Begitulah Tenzing Norgay yang begitu rendah hati dengan mempersilahkan Edmund Hillary untuk naik ke puncak dan menjadikannya sebagai pendaki gunung pertama yang sukses dicatat dunia sebagai penakluk Mount Everest.
Tapi, jasa Tenzing Norgay tetap diapresiasi dan diabadikan sebagai nama bandara di Himalaya. Bandara itu dinamakan Tenzing-Hillary Airport untuk mengenang dan mengabadikan nama kedua manusia hebat itu.

Edmud Hillary sendiri juga tidak pernah lupa jasa Tenzing Norgay. “Saya tidak akan bisa sukses mencapai puncak Mount Everest tanpa Tenzing Norgay dan seluruh tim,” ujarnya.

Sahabatku,
Ada pelajaran yang baik untuk dipetik dalam kisah nyata pendakian di atas.

✅ Ternyata di balik setiap kesuksesan selalu ada orang lain yang membantu.
✅ Kesuksesan itu mustahil bisa diraih hanya dengan mengandalkan diri sendiri.
✅ Belum tentu kita yang terbaik walau kitalah yang mendapatkan penghargaan.
✅ Setiap keberhasilan seseorang hakikatnya adalah keberhasilan tim atau setidaknya pasti andil orang lain.

Sahabatku,
• Mari selalu bersikap rendah hati apapun kesuksesan yang kita raih saat ini.
• Jangan pernah bersikap sombong walaupun saat ini kita sudah sukses dan kaya karena itu juga pasti karena _support_ orang lain: orangtuamu, saudaramu, temanmu, sahabatmu, rekanmu, tim-mu sekantor dan lain-lain.
• Hargailah setiap orang yang mendukung kesuksesan Anda. Siapapun itu, meski dia hanya seorang pembantu, atau sopir Anda sekalipun. Terlebih itu keluarga Anda sendiri, ayah-ibu, isteri atau suami Anda maupun saudara-saudaramu.

Selamat pagi.
Salam damai sejahtera…

 

Comments

No comments so far.

  • Leave a Reply
     
    Your gravatar
    Your Name
     
     
     


    three + = 11