Penetapan Sekjen FARHAN (FEDERASI REINTEGRASI HANSEN INDONESIA) dan Perwakilan di Jawa Timur

Federasi Reintegrasi Hansen Indonesia (FARHAN) mengadakan pertemuan (8-10 Maret 2019) di Ibis Budget Hotel, Kota Surabaya guna menetapkan anggota pengurus baru. Pertemuan ini sekaligus membahas pengembangan kegiatan baik di tingkat nasional maupun secara khusus dalam regional Jawa Timur, dan rencana kedepan GPDLI didaerah dan follow up dari Pertemuan Pelatihan Pasal 21 CRPD di Malang, Jawa Timur, April 2018 tahun lalu.
“Rapat menetapkan Ken Kerta dan Ahmad Zainuddin sebagai pengurus baru Federasi Reintegrasi Hansen Indonesia atau Farhan, keduanya layak dan berpengalaman dalam organisasi,” tutur Ketua Umum Farhan,  Hermen Hutabarat didampingi Nuah Perdamenta Tarigan, badan pendiri Farhan Indonesia.
Ditetapkan dalam struktur organisasi FARHAN, terang Hermen Hutabarat, Ken Kerta menjabat sebagai Sekretaris Jenderal dan Ahmad Zainuddin sebagai Perwakilan FARHAN di Jawa Timur.
Terpilihnya Ken Kerta sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) menggantikan pengurus sebelumnya yang mengundurkan diri yaitu Binti Khofifah. Sedangkan penetapan Ahmad Zainuddin sebagai perwakilan Farhan Indonesia di Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan pengembangan organisasi.
Mengenal profil pengurus.
Ken Kerta, adalah Direktur Lingkar Sosial Indonesia (LINKSOS) sejak 2014 hingga sekarang. Pria asal Malang ini sekaligus pendiri Forum Malang Inkusi (2016) dan pendiri Forum Jatim Inklusi (2019). Pemilik nama asli Kertaning Tyas ini juga seorang jurnalis yang fokus menulis isu disabilitas dan kusta sejak tahun 2010.
Ahmad Zainuddin, adalah Direktur Lembaga Advokasi KUSTA dan Disabilitas Indonesia (LAKSI), sejak tahun 2016 hingga sampai sekarang. Pria dengan latar belakang pendidik ini juga aktif di Divisi Analisa Lembaga Analisa dan Kebijakan Publik (ELKAP) dari tahun 2015 sampai sekarang. Ahmad Zainudin adalah satu inisiator berdirinya Perhimpunan Mandiri Kusta (PerMaTa) Indonesia. Sekaligus mantan Presiden PerMaTa, periode 2007-2012.
Sekilas tentang Farhan Indonesia
Federasi Reintegrasi Hansen Indonesia (FARHAN) merupakan payung organisasi pergerakan komunitas-komunitas kusta di Indonesia. Berdiri pada tahun 2015 atas inisiasi Gerakan Peduli Disabilitas dan Lepra Indonesia (GPDLI) dan diakomodir oleh Komnas HAM dan Pemerintah Republik Indonesia.
Latar belakang berdirinya payung organisasi ini adalah kebutuhan untuk menyatukan kelompok-kelompok atau organisasi kusta dalam satu garis perjuangan hapus stigma dan stop diskriminasi kusta.
Serta upaya membangun masa depan yang lebih baik sesuai dengan CRPD Pasal 28 yaitu memiliki akses pelayanan dasar untuk meghidupi dirinya sendiri, keluarga dan komunitasnya- membangun masyarakat yang memiliki keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Dr. Ansori Sinungan, dalam siaran pers, 10 Desember 2015, menyatakan pelaksanaan deklarasi Federasi Reintegrasi Hansen Indonesia (FARHAN) merupakan tonggak baru terhadap pengakuan OYTK sebagai kelompok penyandang disabilitas dan marjinal. (Ken)
FOTO dibawah ini : Ken Kerta yang memakai baju putih.
 

Comments

No comments so far.

  • Leave a Reply
     
    Your gravatar
    Your Name
     
     
     


    6 − = five