Perdana Menteri Jepang Abe meminta maaf kepada kerabat Yang Pernah Mengalami Kusta

https://www3.nhk.or.jp/nhkworld/en/news/20190724_23/?fbclid=IwAR1bZ32rL78w84VyLvYEZBQQUcL6LZ1iMbK53Q-oReqLyD4odoObgeSJooY

Abe apologizes to kin of former leprosy patients

Abe apologizes to kin of former leprosy patients
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah meminta maaf kepada keluarga YANG PERNAH MENGALAMI kusta untuk kebijakan pemerintah yang sekarang sudah tidak berlaku untuk memisahkan mereka selama ini.
Abe bertemu lebih dari 40 anggota keluarga YANG PERNAH MENGALAMI Hansen di kantor perdana menteri pada hari Rabu.
Pertemuan itu terjadi setelah pengadilan distrik Kumamoto memerintahkan pemerintah pusat bulan lalu untuk memberikan kompensasi kepada keluarga YG PERNAH MENGALAMI Hansen dalam gugatan yang diajukan oleh lebih dari 500 penggugat di seluruh Jepang. Pemerintah memutuskan untuk tidak mengajukan banding atas putusan itu.
Abe mengatakan bahwa keluarga YG PERNAH MENGALAMI KUSTA, tanpa diragukan lagi, menjadi subyek diskriminasi berat dan prasangka terhadap kusta dan menderita banyak rasa sakit dan kesulitan selama bertahun-tahun.
Dia membungkuk dan menawarkan permintaan maaf yang tulus kepada mereka atas nama pemerintah.
Abe mengatakan bahwa ia memutuskan untuk menerima putusan pengadilan dan memperkenalkan undang-undang baru untuk memberikan kompensasi kepada keluarga YANG PERNAH MENGALAMI Hansen, termasuk mereka yang tidak berpartisipasi dalam gugatan tersebut.
Dia juga berjanji untuk dengan cepat membentuk komite untuk mencari solusi untuk masalah dan untuk bekerja dengan keluarga untuk memberantas diskriminasi dan prasangka.
Kepala kelompok penggugat, Chikara Hayashi, mengatakan bahwa lebih dari 20 tahun telah berlalu sejak undang-undang pencegahan kusta dicabut, tetapi tidak mudah untuk menyingkirkan praktik-praktik diskriminatif yang telah berkembang selama beberapa dekade.
Dia mengatakan bahwa dia ingin perdana menteri dan pemerintahnya melakukan semua yang mereka bisa untuk memperbaiki kesalahpahaman publik melalui pendidikan berdasarkan pendapat keluarga korban.

Sources: NHK

Japanese Prime Minister Shinzo Abe has apologized to the families of former leprosy patients for the now-defunct government policy of segregating the sufferers.

Abe met more than 40 family members of the former patients of Hansen’s disease at the prime minister’s office on Wednesday.

The meeting came after the Kumamoto district court ordered the central government last month to compensate families of people with Hansen’s disease in a lawsuit filed by more than 500 plaintiffs across Japan. The government decided not to appeal the ruling.

Abe said that the patients’ families were, without doubt, subject to severe discrimination and prejudice against leprosy and suffered much pain and hardship for many years.

He bowed and offered a sincere apology to them on behalf of the government.

Abe said that he decided to accept the court ruling and introduce new legislation to compensate families of former Hansen’s patients, including those who did not participate in the lawsuit.

He also pledged to swiftly set up a committee to seek solutions to problems and to work with the families to eradicate discrimination and prejudice.

The head of the plaintiffs’ group, Chikara Hayashi, said that more than 20 years have passed since the leprosy prevention law was repealed, but it’s not easy to get rid of discriminatory practices that have built up over decades.

He said that he wants the prime minister and his government to do all they can to correct public misunderstanding through education based on the opinions of the victims’ families.

 

Comments

No comments so far.

  • Leave a Reply
     
    Your gravatar
    Your Name
     
     
     


    × 1 = five