KUSTA dan DISABILITAS

Sengaja yang saya tulis pertama sekali KUSTA daripada DISABILITAS, kenapa? karena saya melihat bahwa isu kusta lama kelamaan makin terkikis dari kehidupan sosial kemasyarakatan kita, kusta bahkan bukan hanya manusianya dikucilkan akan tetapi juga KATA: KUSTA atau LEPRA itu sendiri. KUSTA memang lebih kecil scopenya dari disabilitas yang sangat luas. Kusta sering dianggap sebagai pemberi masalah dalam isu-isu yang pembangunan yang tidak memperhatikan masalah kemanusiaan misalnya parawisata yang hanya mementingkan pengembangan fisik daerahnya, bukan manusianya. KUSTA masih dianggap pengganggu “investasi” beberapa kelompok masyarakat. Semoga ini tidak memberikan efek negatif kedepannya, karena pemda yang mungkin tidak memberi perhatian pada stigma yang muncul di masyarakat seperti stigma kusta akan menggiring ke masalah ke masa depan. Kemungkinan menimbulkan rasa tidak suka dan “prejudice” pada mereka yang kusta sehingga mereka menjadi orang dan komunitas yang termarjinalisasi atau terpinggirkan dan ujung-ujungnya mereka tidak dapat bekerja atau akhirnya terbuang dari masyarakatnya, sangat menyedihkan !!! Semoga kita dapat berTRANSFORMASI…

 

Comments

No comments so far.

  • Leave a Reply
     
    Your gravatar
    Your Name
     
     
     


    8 − three =