CONCERN DAN KEPEDULIAN TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS, LEPRA, DAN PENYAKIT LAINNYA

oleh: Beatrix Gotama – Mahasiswa Bina Nusantara University, Jakarta.

Banyak dari masyarakat yang masih merasa bahwa orang yang terkena penyakit lepra, orang yang menyandang disabilitas, dll adalah orang yang tidak bisa melakukan apa-apa bahkan mereka dianggap tidak baik karena mengalami itu, padahal menurut saya semua penyakit itu bisa terjadi dimana saja dan siapa saja, dengan semakin tuanya saya dan anda (terjadi karena faktor umur). Seperti terkadang kita sudah berbuat baik ke banyak orang, melakukan banyak hal-hal baik, tetapi ketidakmujuran masih datang kepada kita tanpa peringatan, Ini juga dapat dianggap seperti konteks itu. Padahal masih banyak hal positif yang bisa dan mampu dilakukan oleh penyandang/ yang mengalami lepra, disabilitas, dll termasuk menciptakan prestasi walau kondisi tubuh tidak sama dengan yang lain.

Bahkan pemerintahan Jokowi-JK dan sekarang Jokowi Amin mendorong seluruh daerah membangun infrastruktur dan fasilitas umum yang ramah disabilitas termasuk SDMnya. Jokowi mengatakan pemerintahannya akan memberikan insentif bagi pengembang yang membangun gedung ramah untuk penyandang disablitas. Hal ini untuk mendorong seluruh provinsi, kota, dan kabupaten di Indonesia ramah dan memasukkan mereka dalam rencana inklusi dan aksesibilitas baik fisik dan non fisik terhadap penyandang disabilitas. Ke depan, Jokowi juga menargetkan, seluruh bangunan, fasilitas transportasi akan didorong untuk ramah dan inklusi kepada penyandang disabilitas. Diharapkan seluruh anggota masyarakat ikut berpartisipasi bukan saja pemerintah saja.

Maka dari itu kita sebagai sesama manusia diharapkan untuk saling menghargai, pengertian, dan bersyukur kepada Tuhan karena tidak hanya mereka tetapi saya, kamu, serta semua orang bisa terkena penyakit yang sama termasuk disabilitas yang bisa terjadi karena kecelakaan, sejak lahir, penyakit dan karena perang nasional kita. Pengakuan ini juga bukan semata-mata hanya karena solidaritas internasional, melainkan karena negara Indonesia memandang hak asasi manusia sebagai hak dasar yang secara kodrati; dan hak penyandang disabilitas adalah hak kodrati yang penting untuk diakui. Maka dari itu kita sebagai masyarakat Indonesia harus menurunkan stigma dan diskriminasi terhadap kaum lepra, disabilitas, dan penyakit lainnya dengan tidak melihat penampilan luar mereka tetapi apa yang kita lakukan setelah itu terhadap mereka, apa kita memilih berbicara dan mengenal mereka lebih dekat atau kita memilih untuk tidak mau tahu dan menghindari mereka. Saya mengharapkan semua memilih opsi yang pertama, karena seringkali mereka tidak tahu apa-apa dan terkena penyakit begitu saja. Pada akhirnya, ini yang masih menjadi tantangan bagi banyak orang. Menurut saya faktor fisik dan penyakit yang dipunyai seseorang seharusnya tidak dijadikan dasar dalam menyukai dan tidak menyukai seseorang. Karena hidup akan menjadi lebih terawat, penuh dengan cinta, dan lebih Indah ketika kita sama-sama mendorong kemajuan setiap umat manusia agar tercipta dunia yang lebih baik bagi setiap orang yang tinggal di dunia.

Terima kasih. -Beatrix Gotama-

 

(comments disabled)