Categories
from author

Bali Yang Indah, Bali Yang Transfomatif

RUMAH SAKIT INDERA BALI – Melayani dengan CINTA

Pada jaman penjajahan Belanda, seluruh penderita kusta yang ada di Pulau Bali dikumpulkan dan diisolasi di banyak leprosary. Namun pada Tahun 1957, pemerintah Provinsi Bali kemudian mengumpulkan seluruh penderita kusta tersebut di enam buah leprosary. Keenam leprosary tersebut adalah leprosary Yeh Putek Tabanan, Kaligenit Singaraja, Tangtu Denpasar, Siut Gianyar, Bugbug Karangasem dan Yeh Kuning Negara. Keenam leprosary ini berada di bawah Rumah Sakit Kusta, sebuah UPTD Dinas kesehatan Provinsi Bali. UPTD ini mempunyai tugas Pokok dan Fungsi yaitu mengentaskan dan memberikan pengananan terhadap penderita kusta yang ada di bali melalui program rawat jalan dan rawat inap.

Sehubungan dengan ditemukannya pengobatan kusta pada Tahun 1985 dan berakibat kepada menurunnya jumlah penderita kusta, maka jumlah penderita yang dirawat di leprosary pun menurun. Hal ini berakibat kepada ditutupnya 4 leprosary dan hingga saat ini hanya menyisakan leprosary di Yeh Putek dan di Kaligenit saja.

Seiring dengan berkembangnya jumlah pasien yang dirawat jalan, dan munculnya beberapa komplikasi pada penderitanya, mengakibatkan perawatan penderita kusta menjadi lebih kompleks. Sejak tahun 1994 banyak pasien datang dengan keluhan di bagian mata dan THT. Karena keterbatasan dalam jumlah SDM, khususnya di bagian kulit dan kelamin, maka sejak saat itu, RS Kusta menjalin kerjasama dengan Fakultas Kedokteran UNUD dalam hal penyediaan tenaga konsultan kulit dan menjadikan RS Kusta sebagai jejaring pendidikan Kulit dan Kelamin bagi para dokter muda.

Dengan meningkatnya kunjungan pasien dengan keluhan di bidang mata, maka pemerintah Provinsi Bali membentuk lagi sebuah UPTD di bawah Dinas Kesehatan Bali yang diberi nama Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM). BKMM ini bertugas untuk membantu Gubernur Bali di dalam pengentasan Kebutaan melalui berbagai upaya, seperti Operasi Katarak.

Agar mampu meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan, khususnya di bidang penyakit indera, maka kedua UPTD diatas dilebur dengan menambahkan bagian penyakit telinga, hidung dan tenggorok. Peleburan ini kemudian menjai sebuah badan yang dinamakan Badan Pelayanan Khusus Rumah Sakit Indera Masyarakat.

Badan Pelayanan Khusus Rumah Sakit Indera Masyarakat Provinsi Bali (BPRSI) disyahkan pada tanggal 28 Pebruari 2002 berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2001 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan tata Kerja Perangkat Daerah Termasuk Pelembagaan Badan Pelayanan Khusus Rumah Sakit Indera Masyarakat  yang selanjutnya disingkat BPRSI.

Rumah Sakit Indera sedang melakukan beberapa perubahan. Pertama adalah perubahan struktur organisasi rumah sakit. Perubahan ini adalah untuk menyesuaikan dengan perubahan status rumah sakit, Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan dan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah dan Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2008 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan tata Kerja Perangkat Daerah. Ketiga hal ini mengakibatkan BPRSI berubah menjadi Rumah Sakit Indera dan perubahan struktur organisasi di dalam rumah sakit.

Perubahan keduan adalah perubahan kelas rumah sakit. Saat ini rumah sakit telah menyandang kelas baru. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan pada tanggal 9 Mei 2008, status Rumah Sakit Indera adalah rumah sakit khusus kelas A.

Tugas pokok dan fungsi Rumah Sakit Indera Provinsi Bali berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor; 63 tahun 2008 tentang Rincian Tugas Pokok Rumah Sakit Indera Provinsi Bali adalah Rumah Sakit Indera Provinsi Bali dipimpin oleh seorang Direktur  dengan titelatur Direktur  Rumah Sakit Indera Provinsi Bali yang mempunyai tugas pokok membantu Gubernur dalam melaksanakan fungsi dan tugas di bidang Rumah Sakit Indera. http://rsindera.wordpress.com/about/

2 replies on “Bali Yang Indah, Bali Yang Transfomatif”

Potret tentang sebuah Rumah Sakit Kusta – memang sudah diintegrasikan dengan penyakit yang lain, NAMUN DIHARAPKAN TIDAK MELUPAKAN KUSTA atau LEPRA atau HANSEN (LEPROSY), semoga !

Dibalik keindahan Bali ternyata masih ada beberapa masalah sosial yang berhubungan dengan kusta didalamnya, namun kita sangat mengapresiasi Pemda Bali, karena mereka sangat memperhatikan masalah-masalah yang berhubungan kusta didaerahnya, sama dengan Pemda Jawa Timur yang sangat aktif memberikan perhatian kepada rekan-rekan yang mengalami KUSTA, salam transformatif.

Comments are closed.