A B O U T – GPDLI (INDONESIA LEPROSY AND DISABILITY CARE MOVEMENT)


Gerakan Peduli Disabilitas dan Lepra Indonesia
didirikan sejak tanggal 15 Desember 2009, dan setelah diadakan rapat-rapat penting dan kegiatan-kegiatan dibeberapa tempat, akhirnya tanggal 10 Oktober 2010 disyahkan dan disepakati oleh semua pendiri dan inisiatornya menjadi suatu organisasi perkumpulan dan memiliki Visi yang jauh kedepan, dengan melihat situasi Kusta dan penyakit menular lainnya di Indonesia, serta konsekwensi dari penyakit-penyakit ini yang sering menimbulkan kecacatan atau disabilitas.

Penekanan yang diberikan adalah kepada pemenuhan hak-hak azasi yang hakiki dari rekan-rekan yang mengalami kusta dan lain sebagainya dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat sipil yang ada di perkotaan dan daerah. Menjadikan masalah dan isu Kusta dan disabilitas apa saja menjadi pemikiran dan pemecahan masalah dengan lebih kreatif, inovatif, efektif dan berkelanjutan. Dan pada akhirnya mereka mengalami transformasi yang holistik termasuk membantu memenuhi target MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGs) tahun 2015 yad, dengan mengarusutamakan masalah-masalah spesifik tentang kemiskinan dan dalam konteks penyakit menular selain/ diluar HIV-AIDS serta kecacatan/ disabilitas dan konsekwensi yang dihadapi, serta mengembangkan kwalitas kehidupan yang semakin baik dan bahkan menjadi berdampak bagi anggota keluarga dan komunitas yang lebih besar.

Diharapkan ke depan dampak gerakan bukan saja menjadi gerakan semu dan sporadis seperti banyak yang sekarang ini terjadi, bahkan diharapkan menjadi pemimpin dalam memberdayakan masyarakat secara lebih luas. Mempengaruhi dalam tataran yang meluas dan bukan saja daerah tapi di kota besar seperti Jakarta dan daerah sekitarnya seperti Bogor, Tangerang, Depok dan Bekasi dan seluruh propinsi di Indonesia.

Aktif mensupport JARINGAN SOSIAL UNITED NATIONS GLOBAL COMPACT DI INDONESIA khususnya dalam konteks menghapus KEMISKINAN DAN KELAPARAN (kwalitas kehidupan yang lebih baik secara holistik, bukan saja fisik, namun juga mencakup keseluruhan) MDGS no 1 dan 6 khususnya penyakit lainnya, termasuk KUSTA dlsb.

Mendorong kegiatan dan program yang disebut dengan: “GROWING INCLUSIVE MARKET” dengan cara melakukan usaha/ bisnis yang membangun JEMBATAN antara USAHA dan MASYARAKAT MISKIN (khususnya ORANG YANG MENGALAMI KUSTA dan CACAT/ DISABILITAS dan masyarakat disekitarnya), untuk KEUNTUNGAN SATU SAMA LAIN. MENCIPTAKAN NILAI UNTUK SEMUA (menangkap masukan dari UNDP Indonesia dan IGCN di Jakarta pada tahun 2008 : CREATING VALUE FOR ALL – STRATEGY FOR DOING BUSINESS WITH THE POOR). Menekankan model bisnis yang menciptakan NILAI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MISKIN daripada kegiatan yang murni filantropi, menerapkan kerangka pembangunan manusia yang mendorong pemberdayaan ekonomi, dan melibatkan multi-stakeholder dari latar belakang yang berbeda untuk mengembangkan PUBLIK-SWASTA. Apa yang dimaksud dengan “Growing Inclusive Market” menurut IGCN adalah cara melakukan usaha/ bisnis yang membangun jembatan antara usaha dan masyakarat miskin untuk keuntungan satu sama lain. Model usaha inklusif meliputi masyarakat miskin dalam konteks GPDLI adalah orang yang mengalami kusta dan disabilitas disisi permintaan sebagai klien dan pelanggan serta disisi penawaran sebagai karyawan, produsen dan mitra usaha pada berbagai tahap dalam rantai nilai. Usaha adalah mesin pertumbuhan dan memiliki POTENSI untuk membantu meningkatkan kehidupan manusia melalui investasi dan kegiatan usaha. USAHA INKLUSIF berada diluar filantropi dan tanggung jawab sosial perusahaan tradisional (CSR). Mereka pada akhirnya membuat dan menumbuhkan PASAR INKLUSIF, suatu pasar yang tidak membedakan dan memilah-milah orang atas keberadaan dirinya, dan situasi serta kondisinya.

GPDLI sebagai fasilitator dalam pendekatan ini akhirnya melihat bahwa akan timbul NILAI NILAI yang muncul dikedua belah pihak, khusus untuk masyarakat miskin yang mengalami Kusta dan Disabilitas:

  • Memenuhi kebutuhan dasar bukan dari sumbangan amal/ filantropis
  • Membuat mereka agar menjadi lebih produktif, memiliki PERSONAL CHARACTER DEVELOPMENT yg baik dan memiliki kepemimpinan.
  • Meningkatkan pendapatan mereka secara pribadi, keluarga dan komunitasnya.
  • Memberdayakan masyarakat mereka dan yang lebih luas.

GPDLI ada guna memFASILITASI KETERLIBATAN SEKTOR SWASTA DENGAN MASYARAKAT, PEMERINTAH DAN ORGANISASI LAINNYA, mewujudkan transformasi masyakarat yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Maksud dan tujuan GPDLI ini adalah : (VISION)

1.   MEMULIHKAN KEPERCAYAAN DIRI DAN KEMANDIRIAN BAGI PARA ORANG YANG PERNAH MENGALAMI KUSTA dan YANG MENGALAMI CACAT/ DISABILITAS LAINNYA.

2.   MENGHILANGKAN STIGMA NEGATIF TERHADAP ORANG YANG MENGALAMI KUSTA DAN PENYANDANG CACAT/ DISABILITAS LAINNYA.

3.   MEMBERDAYAKAN ORANG YANG PERNAH MENGALAMI KUSTA dan MASYARAKAT SEKITARNYA DALAM MEMBANGUN MASA DEPAN PRIBADI, KELUARGA dan KOMUNITAS YANG ADA DISEKITARNYA.

GPDLI melaksanakan kegiatan antara lain (PROGRAM)

1.  MENSEJAHTERAKAN SECARA HOLISTIK ORANG dan KOMUNITAS YANG PERNAH MENGALAMI KUSTA DAN CACAT/ DISABILITAS SECARA BERSAMAAN (Mensejahterakan semua orang).

2. MENGAJAK MASYARAKAT LEBIH PEDULI KEPADA ORANG YANG MENGALAMI KUSTA DAN PENYANDANG CACAT/ DISABILITAS LAINNYA.

AKSI NYATA/ Program terkait:

  1. Merayakan HARI KUSTA DUNIA (WORLD LEPROSY DAY) tanggal 31 JANUARI 2010 dan 2011 dengan PEMERINTAH, UNIVERSITAS, PBB dan IGCN, PPCI, dan lain sebagainya.
  2. Mengadakan PELATIHAN ENTREPREUNERSHIP (Kewirausahaan) dengan sebuah UNIVERSITAS yang sangat concern atas masalah pengentasan KEMISKINAN. Penekanan kepada subjek yang luas dan spesifik.
  3. Mengadakan PELATIHAN ORGANISASI dan LEADERSHIP kepada anggota GPDLI dan pengurus serta masyarakat dlsb.
  4. Mengadakan ADVOKASI kepada seluruh lapisan masyarakat, baik secara langsung maupun melalui MEDIA atau tidak langsung.
  5. Pengembangan KAPASITAS organisasi dan stakeholders GPDLI dimanapun, termasuk JABODETABEK/ JAWA BARAT dan JAWA TENGAH/ YOGYAKARTA/ SUMATERA UTARA dlsb.
  6. Pengembangan KONSEP dan APLIKASI/ FASILITASI untuk pengembangan DESIGN UNIVERSAL (DESIGN FOR ALL) dalam konteks pemberdayaan masyarakat secara holistik.

Pengurus GPDLI adalah sbb;

AKTE NOTARIS – DIAH GUNTARI L. SOEMARWOTO, SH, No 6 Tanggal 16 Juni 2011.

  • Ketua Umum : DR. IR. NUAH PERDAMENTA TARIGAN, MA (CHAIRMAN)
  • Ketua :  HERMEN M HUTABARAT (Vice Chairman I)
  • Wakil Ketua : TBA
  • Sekretaris  :  YAYUK YULIA BUKIT, SMKom (Secretary)
  • Bendahara :  Drs BAMBANG TRISNO SEJATI ( Treasury)
  • HONORARY BOARD MEMBER : INESH PUTRI TJIPTADI CHANDRA (Miss INDONESIA 2012)
  • HONARARY BOARD MEMBER: NG WILLY HARRISON (Designer)
  • HONORARY BOARD MEMBER: TARI BALLARE (Entrepreneur)

PUBLIC RELATION/ COMMUNICATION : SONDANG SEKARSARI SILALAHI, SH

COMMUNITY EMPOWEREMENT ADVOCACY ADVISOR:  LILY PURBA., BA., MA

COMMUNICATION ADVISOR: YONATHAN WIDODO

Pengawas GPDLI adalah (Advisories)

  • Ketua Pengawas  : DR VICTOR SILAEN (Advisory Chairman) (WAFAT 11 OKTOBER 2015)
  • Pengawas I :  JOSTIANTO SUHENDRO, S.E (Advisory I)
  • Dan BEBERAPA BOARD OF TRUSTEES member.
  • Dan diperkuat dengan TIM Sukarelawan yang sudah ada saat ini di JAKARTA, dan kota-kota lainya di Indonesia dan seluruh dunia.

Gerakan Peduli Disabilitas dan Lepra Indonesia

TELP: 085716779704

E-mail: nuahptarigan1@gmail.com dan pin BB: 29D9AEE7

No account GPDLI (Jika anda ingin memberikan donasi dan dukungan):
ACCOUNT kami di PANIN BANK KCU BEKASI SQUARE, Pekayon, BEKASI – JAWA BARAT dengan nama PERKUMPULAN GERAKAN PEDULI DISABILITAS DAN LEPRA INDONESIA (GPDLI) No ACCOUNT 0165002269, kemudian sms ke 085716779704 atau email perkumpulanGPDLI@gmail.com dengan mengatakan DANA ini untuk apa, dan tentunya nama dan alamat anda!
Alamat Surat GPDLI: Level 38, Tower A, Kota Kasablanka, Jalan Casablanca Raya, Kav 38, Jakarta 12870, DKI Jakarta




Comments: 4

Leave a reply »

 
  • THANKS kepada para VOLUNTEER – YOU ARE THE BEST my friends…..

     
     
     
  • TIADA KUSTA DIANTARA KITA – TIADA DUSTA STIGMA DAN DISKRIMINASI TERHADAP SIAPAPUN !

     
     
     
  • Leave a Reply
     
    Your gravatar
    Your Name
     
     
     


    two × 4 =