Blog

Gerakan Peduli Disabilititas dan Lepra Indonesia (GPDLI) Indonesia Disability and Leprosy Care Movement menuju HDI 2020

Gerakan Peduli Disabilititas dan Lepra Indonesia (GPDLI)

Indonesia Disability and Leprosy Care Movement

 Gedung Kantor Taman E3.3 Unit A5

     Jl DR Ide Anak Agung Gde Agung

     Kawasan Mega Kuningan

     Jakarta 12950

     Indonesia

WA 08159045699 Email: perkumpulangpdli@gmail.com  Website: www.pedulidisabilitas.org   

——————————————————————————————————————————-

GPDLI sebagai fasilitator dalam pendekatan ini akhirnya melihat bahwa akan timbul NILAI NILAI yang muncul dikedua belah pihak, khusus untuk masyarakat miskin yang mengalami Kusta dan Disabilitas:

  • Memenuhi kebutuhan dasar bukan dari sumbangan amal/ filantropis
  • Membuat mereka agar menjadi lebih produktif, memiliki PERSONAL CHARACTER DEVELOPMENT yg baik dan memiliki kepemimpinan.
  • Meningkatkan pendapatan mereka secara pribadi, keluarga dan komunitasnya.
  • Memberdayakan masyarakat mereka dan yang lebih luas.

GPDLI ada guna memFASILITASI KETERLIBATAN SEKTOR SWASTA DENGAN MASYARAKAT, PEMERINTAH DAN ORGANISASI LAINNYA, mewujudkan transformasi masyakarat yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Maksud dan tujuan GPDLI ini adalah : (VISION)

1.   MEMULIHKAN KEPERCAYAAN DIRI DAN KEMANDIRIAN BAGI PARA ORANG YANG PERNAH MENGALAMI KUSTA dan YANG MENGALAMI DISABILITAS LAINNYA.

2.   MENGHILANGKAN STIGMA NEGATIF TERHADAP ORANG YANG MENGALAMI KUSTA DAN PENYANDANG DISABILITAS LAINNYA.

3.   MEMBERDAYAKAN ORANG YANG PERNAH MENGALAMI KUSTA dan MASYARAKAT SEKITARNYA DALAM MEMBANGUN MASA DEPAN PRIBADI, KELUARGA dan KOMUNITAS YANG ADA DISEKITARNYA.

MISSION

  1. PROSPERITY OF HOLISTIC, PEOPLE, AND COMMUNITIES THAT HAVE LEPROSY DISEASE AND DISABILITIES TOGETHER (Everyone’s welfare).
  2. BRINGING COMMUNITIES TO MORE CARE TO PEOPLE WHO HAVE LEPROSY AND PEOPLE WITH OTHER DISABILITIES.

VISION

  1. RESTORING SELF-CONFIDENCE AND INDEPENDENCE FOR PEOPLE WHO HAVE LEPROSY AND WHO EXPERIENCES OTHER DISABILITIES.
  2. REMOVING NEGATIVE STIGMA AGAINST PEOPLE WHO HAVE LEPROSY AND OTHER PEOPLE WITH DISABILITIES.
  3. EMPOWERING PEOPLE WHO HAVE LEPROSY AND COMMUNITIES AROUND IN DEVELOPING PERSONAL FUTURE, FAMILY AND COMMUNITIES WHICH ARE THROUGH THEIR LEPROSY OR DISABILITIES.

GPDLI melaksanakan kegiatan antara lain (PROGRAM)

1.  MENSEJAHTERAKAN SECARA HOLISTIK ORANG dan KOMUNITAS YANG PERNAH MENGALAMI KUSTA DAN DISABILITAS SECARA BERSAMAAN (Mensejahterakan semua orang).

2. MENGAJAK MASYARAKAT LEBIH PEDULI KEPADA ORANG YANG MENGALAMI KUSTA DAN PENYANDANG DISABILITAS LAINNYA.

——————————————————————————————————————————-

 

[Leprosy_and_Disability_Forum] Professor Gerard Quinn appointed as the new UN Special Rapporteur on the rights of persons with disabilities

Screenshot 2020-10-06 at 16.21.28.png

Professor Quinn is Professor Emeritus in law at the National University of Ireland (Galway). He holds degrees in political science (B.A.) and law (LL.B.) from the National University, is a qualified barrister-at-law (B.L., Kings’ Inns) and a graduate of Harvard Law School (LL.M., S.J.D.). He has a long and varied career in public service. He has directed large studies for the UN Office of the High Commissioner for Human Rights and led the delegation of Rehabilitation International during the drafting of the new UN treaty on the rights of persons with disabilities. He has been a joint honoree with Senator Tom Harkin of the United States International Council on Disability (2014) and received a Presidential Award from Rehabilitation International in 2009 for his work in drafting the UN Convention on the Rights of Persons with Disabilities.  He sits, and has sat, on many advisory boards including those of the Soros-Open Society Foundations Human Rights Initiative (Washington DC) and Human Rights Watch disability programme (NYC), Director of Research at the Irish Government’s Law Reform Commission, Irish Human Rights Commission, Government bodies such as the Ministry of Foreign Affairs Joint Committee on human rights and the Government’s Commission on the Status of Persons with Disabilities, European Commission (EU) on equality policy, and was also the First Vice President of the Council of Europe’s Social Rights Committee (a treaty monitoring body on economic and social rights in Europe). He also directs a Centre on International Disability Law & Policy at the Law School of the National University of Ireland, Galway which is one of the first of its kind in the world with a dedicated masters (LLM) and PhD programme in international disability law.  He holds an adjunct chair in the National Academy of Legal Studies and Research (NALSAR), Hyderabad, India, is a former Visiting Fellow at Harvard Law School, is a former Visiting Professor at the University of Haifa, Israel, and a Distinguished Visiting Professor at the University of New South Wales, Sydney, Australia.    
Among his priorities, Professor Quinn will work to ensure that the voices of persons with disabilities are heard loud and clear, in global responses to general calamities caused by Covid-19, climate change and the scourge of armed conflicts. He highlighted the need for systemic change to underpin the gains of the UN CRPD, and to focus attention on the cultural and structural changes needed for the Sustainable Development Goals to be attained. He will also continue to bring attention to the positive contribution of persons with disabilities to peace-building, nation-building and development, highlighting the need to promote their active citizenship.    

We, at DPI, congratulate Professor Quinn on his new role and extend our full support to him!
Warm regards,
DPI Secretariat

 

Fokus Group Discussion (FGD) dengan mengusung tema ‘Implementasi UU Nomor 8 Tahun 2016 Dalam Penguatan Perda Disabilitas Menuju Perencanaan Aksesbilitas Ruang Publik Yang Inklusi’

SALAM INKLUSI,
Dalam Rangka Menuju Indonesia Inklusi ,Kami GPDLI (Gerakan Peduli Disabilitas Dan Lepra Indonesia)  Mengundang Bapak/Ibu Saudara/Saudari  Dalam Acara *Fokus Group Discussion (FGD) dengan mengusung tema ‘Implementasi UU Nomor 8 Tahun 2016 Dalam Penguatan Perda Disabilitas Menuju Perencanaan Aksesbilitas Ruang Publik Yang Inklusi’* via online Room Meeting Zoom pada kegiatan tersebut yang akan Dilaksanakan pada :


Hari,tanggal : Sabtu 26 september 2020 Pukul.14.00 s/d 17.00
Silakan Mendaftar Di link bawah Ini :
https://bit.ly/3i1YASt


*Pembicara*
– H.Ganjar Pranowo S.H.,M.IP Gubernur Jawa Tengah 
– Inayah Wulandari Wahid Aktifis Kemanusiaan (Gusdurian)
– Hj.Zita Anjani S,Sos,.M.Sc Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta
– August Hamonangan,S.H.,M.H Anggota DPRD DKI Jakarta 
Dipandu Pembawa Acara (Host)
– Anjas Pramono ,Disabilitas Daksa Berprestasi
Civic Engagement – Mahasiswa University Nebraska Omaha dan Universitas Brawijaya
Yuk Daftar Sekarang .
Untuk Informasi Narahubung :
 085885503361(Wahab) 
08989887638 (Aji)
08170854333 (Arthur)


GRATIS ,PESERTA TERBATAS
Fasilitas 
– Disediakan Juru Bahasa Isyarat (JBI)
– E.Sertifikat
 

ACARA MENGENAL AKSESIBILITAS PADA DISABILITAS berhasil SUKSES

Bapak Ibu dan rekan mahasiswa, terima kasih atas peran sertanya dalam acara Mengenal Aksesibilitas pada Disabilitas yg sdh dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2020. Semoga acara ini berguna bagi Masyarakat  dan komunitas kita dimanapun kita berada,  guna membangun kota Inklusif dan manusiawi. Semoga kita tdk bosan mendukung gerakan ini,  salam sejahtera,  Sertifikat peran serta akan diberikan menyusul, saya mewakili tim,
Nuah Tarigan


Maafkan apabila acara kita ini belum sempurna dan baik,  semoga dapat kita perbaiki terus di masa yang akan datang,  salam hormat kami, Wassalam
 

POHON PERSAHABATAN SEJATI

Gambar mungkin berisi: 1 orang, tanaman, luar ruangan dan alam

Tanaman buah ini ada ditaman rumah Pak Ali Saidi Alm. Pohon LEMON yg diambil dari Pertanian di Lau Simomo Sumut dan skrg masih ada di teras pak Ali di Sitanala. Simbol Persahabatan Sejati..

 

SELAMAT JALAN PAK ALI SAIDI

Gambar mungkin berisi: 3 orang, termasuk Hermen M Hutabarat, orang makan, orang duduk, makanan dan dalam ruangan

Innalillahi wainnailaihi raajiuun telah pulang ke rahmatullah ayahanda tercinta Muhammad Ali bin muhammad Hajji. Mohon doanya semoga Allah mengampuni segala dosa ayahanda tercinta dan Allah menempatkannya dalam syurga. Dari anaknya Rahmi Ali Saidi…..

 

Congratulations to Amar Timalsina, who has been appointed President for International Relations at IDEA International!

Gambar mungkin berisi: 3 orang, termasuk Hermen M Hutabarat, orang duduk dan dalam ruangan

Selamat kepada sahabat kami AMAR TIMALSINA sebagai Ketua atau Presiden RELASI INTERNASIONAL untuk IDEA International selamat dan sukses untuk ke masa depan dan MAJU untuk menghilangkan masalah stigma dan diskriminasi terhadap rekan rekan yang mengalami kusta/ lepra/ morbus-hansen. SAMPAI JUMPAT NEXT TIME.

Gambar mungkin berisi: 4 orang, termasuk Marbundorhan Marbun, orang berdiri dan janggut
 

MARILAH BERSATU DAN PRAKTEK KAN HIDUP YANG INKLUSIF

Masalah DISABILITAS atau dulu disebut cacat dan lain lain sudah lama ada dikehidupan bangsa ini, entah sudah beribu-ribu manusia dan berjuta-juta manusia INDONESIA mengalami STIGMA dan DISKRIMINASI dimana-mana di NUSANTARA ini, baik di pantai-pantai; di gunung-gunung; di pedalaman yang jauh tak terjangkau dan di tanah kering atau subur. Kami melihat PERPRES YANG BERHUBUNGAN dengan KOMISI NASIONAL DISABILITAS di INDONESIA ini sudah satu keberhasilan POKJA dan seluruh penyandang disabilitas di Nusantara, selanjutnya adalah bagaimana untuk mengembangkan dan menyempurnakannya. Tidak adapun sesuatu yang sempurna di bangsa kita ini, sejak dahulu sampai sekarang sampai kita meninggalkan dunia yang fana ini. Mari kita semua bertransformasi, baik pemerintah maupun masyarakat umum dan penyandang disabilitas. Marilah semua kita makin PEDULI, bukan saja pada penyandang disabilitas yang kita selalu temui sehari-hari atau disekitar, akan tetapi semua penyandang disabilitas yang nun jauh dari JAKARTA dan PULAU JAWA ini, yang selama ini tidak terjangkau oleh kita para aktivis, akademisi, pemberi sumbangan, fasilitator, mediator, pemerhati dan lain sebagainya.

NUSANTARA ini begitu luas, dan begitu kompleks, diperlukan KND yang sanggup mengkoordinasi seluruh daerah yang ada di Indonesia tercinta. Marilah kita bersifat seperti “IBU” sejati, bahwa diperlukan cepat IBUNDA yang menjangkau mereka. Lembaga kita tidak sanggup mencapai mereka, CRPD dan KOMISI inilah yang sanggup “mengunjunginya” ;berapa propinsi lembaga kita akan bisa menjangkau mereka, seperti misalnya KUSTA sampai berapa banyak GPDLI, FARHAN, PERMATA dan lain lain akan dapat menggapainya? PADAHAL ADA SEKITAR 20.000 ORANG YANG MENGALAMI KUSTA ditemukan setiap TAHUN. Sebagai lembaga yang ada dibawah koordinasi akan sangat berdampak jika segera KND ini muncul. Kata mereka yang ada di pemerintahan NEGARA HARUS HADIR.

Kami di GPDLI ingin kiranya segera menyatukan langkah untuk bergerak bersama, jangan habiskan enerji dan waktu untuk bersilang pendapat, suatu sintesa akan menimbulkan anti-tesa dan itu tidak akan selesai, akan seperti DRAMA KOREA yang tak pernah habis untuk dipertengkarkan, dan lama lama kita semua jadi BONSAI dan penyandang disabilitas yang nun jauh disana hanya bingung tujuh keliling melihat kita yang lucu dan naif. SUDAHLAH sudahilah polemik ini, sudah dua tahun lewat kita berargumentasi. JADILAH BANGSA YANG BERGOTONG ROYONG YANG PEDULI.

GPDLI

Sumber: https://www.timesindonesia.co.id/read/news/277209/kisah-milka-saba-ibu-tangguh-di-tts-mengasuh-lima-anak-disabilitas

 

PEMBAGIAN SEMBAKO UNTUK KOMUNITAS GPDLI di TANGERANG

Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri dan luar ruangan
 

KOMISI DISABILITAS NASIONAL (KND) Telah Didepan Mata

Membaca PP No 68 Tahun 2020 tentang Komisi Disabilitas Nasional (KND) sudah disebar kemarin tanggal 19 Juni 2020, padahal baru pada tanggal 23 Juni akan di bahas oleh pemerintah, namun syukurlah KND ada kelanjutannya setelah UU No 8 Tahun 2016 yang sudah lebih kurang empat tahun yang lalu, dan sesudah sembilan tahun ditanda-tanganinya CRPD atau Konvesi HAM untuk Penyandang Disabilitas, yang waktu itu di tanda-tangani oleh Pemerintah yang diwakili oleh Menteri Sosial pada waktu itu. Saya kebetulan sudah mengikuti kerja-kerja ini sejak awal, sebagai lembaga atau organisasi disabilitas nasional. Kami ucapkan terima kasih untuk Presiden dan jajarannya atas inisiatif ini, saya sangat prihatin dengan banyaknya masalah dan problem disabilitas dimana-mana, ada banyak yang kelihatan akan tetapi lebih banyak lagi tidak kelihatan. Indonesia sangat luas dan besar, jarak dari satu tempat ke tempat yang lain sangat jauh. Dengan adanya KND ini kedepan, maka perjuangan organisasi disabilitas akan semakin bertambah. Dalam mekanisme kenegaraan dan birokrat di negara kesatuan Indonesia ini sangat penting. Contohnya organisasi kami, saya sedih melihat perjuangan kami yang sudah lama sejak bertahun-tahun tetapi sering berbentur dengan kekuasaan karena kepala daerah yang pura-pura atau tidak tahu tentang disabilitas khususnya kusta.

Perjuangan kami sebagai lembaga disabilitas memang tidak luas sampai seantero Nusantara, lembaga kami baru sebatas area-area tertentu di beberapa propinsi, kami adalah lembaga non pemerintah, dengan terbentuknya KND akan terjadi sinerjitas yang baik kedepan. Gubernur, Walikota dan Bupati pun akan dapat di rangkul dengan baik di negara otonomi seperti Indonesia. Organisasi KND adalah organisasi organik dan bukan “rigid” atau kaku, tetapi akan berkembang dengan baik apalagi di seluruh propinsi sampai ke bawah akan juga bergerak dengan baik. REPRESENTASI KND sangat penting, apalagi akan dibawah Presiden RI, Komisi ini nanti. KINERJA dari komisi ini nantinya akan terus diawasi oleh semua anggota masyarakat termasuk yang utama adalah disabilitas itu sendiri. Di saat pandemik COVID-19 justru lembaga seperti ini sangat diperlukan, kita tidak tahu sampai kapan CORONAVIRUS bercokol di dunia, anti-virus belum ditemukan sampai sekarang, dan berapa orang akan terdampak dan terpapar? kita tidak tahu. Representasi seperti KND diperlukan agar SUARA DISABILITAS lebih kencang dan beresonansi. Kami mendukung secara penuh akan usaha utk representasi disabilitas di tingkat nasional. Adanya kata kata independen adalah yg utama,  proses partisipatif sdh dilaksanakan selama ini,  suara kami selama ini sering tdk didengarkan selama ini justru oleh sesama kami. Untuk perbaikan kedepan itu secara gradual bisa dilaksanakan. Pendekatan bottom up dan top down sdh dilaksanakan dgn baik.  GPDLI. Buat KND sebagai batu loncatan bergerak lebih NASIONAL, REGIONAL dan DUNIA. Baik TOP DOWN APPROACH bukan saja BOTTOM-UP. Baik secara KOOPERATIF dan KONFRONTATIF.

AKSELERASI GERAKAN HARUS DINAMIS, INKLUSIF, MENUJU SOCIETY 5.0

nothing about us without us

KETUA UMUM

GERAKAN PEDULI DISABILITAS DAN LEPRA INDONESIA (GPDLI)

Dr Ir Nuah P. Tarigan.,MA