Blog

Semoga bisa Membantu dan semakin banyak yang peduli pada Penyandang Disabilitas dan yang mengalami Kusta

 

MEMBANGUN KEBERSAMAAN DI MASA PANDEMIK COVID-19 di Tahun 2020

 

KONTRIBUSI GPDLI DAN YAYASAN THE JAKARTA POST dalam masa PANDEMIK COVID-19 kepada PENYANDANG DISABILITAS dan Yang Mengalami Kusta

Hari ini telah dilaksanakan pembagian Sembako dan Masker dan lain sebagainya kepada komunitas rentan Jakarta dan Tangerang serta Bekasi yang di sponsori oleh YAYASAN The Jakarta Post Jakarta, kiranya bantuan yang diterima dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya, walaupun tidak besar semoga dapat memberi semangat bagi kita semua dalam menghadapi Pandemik COVID-19, Terima kasih YAYASAN TJP. SALAM PEMBERDAYAAN

 

Bergotong-royong dalam mengurangi Beban Kesehatan dan Sosial Pandemik COVID-19 di DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat

Hallo Bapak-Ibu, Kakak dan Adik, serta Rekan-Rekan semua dibulan yang penuh kehangatan dan indah ini kami ingin menyampaikan informasi tentang GPDLI untuk membantu rekan rekan kita penyandang disabilitas di Jabotabek dan sekitarnya yg merupakan episentrum pandemik COVID-19. Terima kasih atas dukungannya salam kami.Salam Inklusi.

*disabilitas dan kusta serta lanjut-usia termasuk kelompok rentan dan sangat terpengaruh kehidupannya karena pandemik ini. 

 

Masukan dari GPDLI Cabang DKI Jakarta untuk PEMERINTAH PUSAT DAN DAERAH dalam rangka Situasi dan Kondisi Pandemik COVID-19 dalam komunitas DISABILITAS dan KUSTA.

Ini panggilan kemanusian,kita sebagai Penyandang disabilitas dan kusta harus memperjuangkan kawan kawan kita juga dalam upaya kita juga men stop penyebaran COVID-19, untuk itu selain daripada kita patuh anjuran pemerintah dan pemerintah juga mmbuat kebijakan dlm implementasinya kita harus kawal cepat,Tepat sasaran terutama masayarakat prioritas Disabilitas sy mengusulkan :
1.agar segera dilakukan upaya advokasi melalui membuat surat serta usulan karena tetap bantuan sosial ekonomi,ini harus benar benar sampai kepada disabilitas ,termasuk perwakilan disabilitas harus ikut berperan dlm ,penyaluran bantuan supaya .terkawal dan terakomodir
2.pihak pemerintah harus ada peran tugas khusus untuk penyaluran bantuan kepada disabilitas pemerintah Lingkungan Setempat Kadang salah aturan dan gak tepat sasaran RT/RW dan Kel.karena mereka pun hanya secara umum dlm teknis dilapangan
3.ada Masalah dlm kartu Prakerja Yg belum akses Disabilitas ,termasuk karena memang harus mengikuti pelatihan secara on line bearti mau tidak mau Pihak Prakerja harus akses dan ramah disabilitas .karena untuk pendafataran saja sangat kesulitan saya beberapa mendaftarkan yg tunanetra dan yg gak paham IT..ini perlu khusus .kalau pun toh yg mendapat dari PKH,atau sejenisnya yg tergolongkan tidak terdata harus disegerakan adanya kartu bantuan disabilitas khusus.
4.kita juga harus menyiapkan media komunikasi yg efektif dan akses dengan disabilitas yg tidak mempunyai akses dan fasilitas komunikasi mereka harus kemana dan ngapain?
5.bantuan langsung harus sebaik berupa tunai kalau bisa itungannya per minggu saja jangan perbulan karena kami sebagian besar penghasilan harian.dan kebutuhan pun harian.
6.Segala Data Harus Tranparan terbuka Untuk Publik

Terimakasih.
Jakarta,20 April 2020
Wahab sudrajat,S.IP
Ketua Gerakan Peduli Disabilitas dan Lepra Indonesia wilayah Jakarta .

Gerakan Peduli Disabilitas dan Lepra Indonesia (GPDLI)
Kantor Juru Bicara Presiden RI
Presiden Joko Widodo
Pemprov DKI Jakarta
Kartu Prakerja
PERKUMPULAN PENYANDANG DISABILITAS INDONESIA

 

GPDLI mendukung INDONESIA GLOBAL COMPACT NETWORKS dan DOCTORSHARE

GPDLI sebagai anggota IGCN, menyampaikan berita ini kepada anda semua, semoga kiranya anda semua dapat mendukung IGCN dan doctorshare segera. THANKS

IGCN saat ini sedang menggalang dana untuk membantu usaha pemerintah dalam pencegahan maupun pengobatan COVID-19.  Di Jakarta dan kota-kota sekitarnya kami percaya akan segera menerima bantuan Alat Pelindung Diri dan masker dari Task Force COVID-19.  Ada lebih dari 40 Rumah Sakit didaerah yang “crying for help” – mereka sebagian adalah RS Rujukan, sebagian lagi sudah menangani Pasien Dalam Pengawasan (PDP).  Rumah Sakit – Rumah Sakit ini adalah jaringan doctorSHARE http://www.doctorshare.org/.  IGCN menggalang dana untuk menopang mereka melalui doctorSHARE.  Mereka perlu dipersiapkan kalau sampai COVID-19 ini merebak disana.  
Mari dukung penggalangan dana ini.  Rincian rekening ada di surat pengumuman terlampir, yang kami buat dalam 2 bahasa: Indonesia & Inggris.  IGCN menerima dukungan dana dari semua kalangan, baik member, non-member United Nations Global Compact (UNGC), maupun pribadi. 

Kami menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas partisipasi aktif dan dukungan yang diberikan dalam upaya memperlengkapi pekerja medis yang bertarung COVID-19 di garis depan. Melalui dukungan Bapak-Ibu yang berkelanjutan, kami berharap hal ini akan memampukan kami memperlengkapi lebih banyak lagi pekerja medis dengan APD yang layak dan lengkap agar mereka dapat menjalankan tugas dengan aman dan nyaman.

——————————————————————————————————————————–

Sebagai bagian dari komitmen dan transparansi kepada para donatur, kami telah menyiapkan laporan perkembangan penggalangan dan distribusi bantuan yang dapat di akses di link ini: https://bit.ly/COVID19response17April

Kedermawanan Bapak-Ibu telah membantu dan memberikan dampak positif di 82 Rumah Sakit/Fasilitas Kesehatan di 26 Kabupaten dan 31 Kota yang tersebar di 25 Propinsi di Indonesia.

Masih ada beberapa donatur dalam daftar yang akan memungkinkan kami mengirimkan bantuan APD ke lebih banyak lagi RS/Faskes yang berjumlah sekitar 157 dalam jejaring. Semoga Bapak-Ibu akan menambah daftar donatur kami ini lebih panjang.

Kami dengan senang hati akan melayani apabila Bapak-Ibu mempertimbangan menjadi donatur.

Hormat kami,
Josephine Satyono
Executive Directgor
Indonesia Global Compact Network (IGCN)

 

MARI BERSAMA-SAMA MENANG ATAS VIRUS CORONA, JIKA BERSATU KITA KUAT !

Saran untuk tinggal di rumah mudah diberikan, namun bagi banyak orang sulit untuk diikuti. Jika Anda harus pergi bekerja, membeli makanan atau mendapatkan bahan makanan serta obat-obatan, maka yang berikut ini sangat penting untuk dipelajari. Jangan keluar saat Anda batuk dan / atau sakit tenggorokan dan demam. Jika memungkinkan, biarkan orang lain melakukan apa yang harus dilakukan.Tetapi jika Anda keluar, yang paling penting adalah tetap setidaknya 1,5 meter dari orang lain. Tutup mulut serta tangan yang umumnya melindungi orang lain dari Anda, misal bersalaman. Hanya jarak yang khusus itu yang melindungi Anda dari orang lain. Jadi 1 – 1,5 meter itu penting.

Saat pulang, pertama-tama bersihkan ponsel Anda dengan antiseptik. Lalu cuci tangan Anda dengan air dan sabun. Selanjutnya, bersihkan wajah Anda. Dan kemudian dengan cara masa orang tua kita dulu dengan berkumur larutan garam. Ini dapat diulangi nanti sebelum tidur. Air bersih sangat baik untuk mencuci dan berkumur. Jika sabun tidak baik untuk kulit Anda gunakan vaseline tanpa aditif. Untuk wajah, Nivea crème atau sejenisnya sangat baik. Perlakukan anak-anak Anda dengan cara yang sama. Setelah itu, jika mungkin, ganti pakaian dan cuci yang bekas dipakai segera. Jika Anda tidak memiliki cukup pakaian, tinggalkan celana atau pakaian yang lain, sampai pakaian yang dicuci kering lagi. Jika memungkinkan, ganti pakaian sebelum Anda mencuci anggota tubuh anda atau mandi atau mencuci lagi setelah ganti baju. Selama bekerja, cuci tangan dan wajah Anda secara teratur dan oleskan vaseline pada tangan dan krim wajah Anda. Bersihkan bahan yang Anda gunakan dengan alkohol atau antiseptik. Gunakan akal sehat Anda.

Kami berdiri untuk wabah dan pandemik yang serius ini.

Ben Naafs, MUnnekeburen, the Netherlands – dan disadur bebas Nuah P. Tarigan

 

Kampanye ASEAN ENABLING MASTERPLAN 2025 merajut dampak yang lebih besar.

Banyak orang yang memberi komentar yang berlebihan tentang acara yang diselenggarakan oleh ASEAN Disability Forum (ADF) bekerjasama dengan Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) dengan dukungan dari Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial (Kemsos) RI, dan the International Foundation for Electoral Systems (IFES) Tapi kami dari GPDLI sangat mendukung acara ini, karena akan membawa impact atau dampak yang lebih besar kekalangan masyarakat lebih luas lagi dan para pimpinan bangsa ini.

Kampanye yang diikuti oleh perwakilan dari organisasi penyandang disabilitas dan pengunjung hari bebas kendaraan bermotor ini juga melibatkan para diplomat pertama Kemlu RI dan mahasiswa magang di Kemlu yang bertugas menghampiri pengunjung untuk mensosialisasikan ASEAN Enabling Masterplan 2025. Sementara itu, di panggung utama diisi dengan kegiatan orasi dan pergelaran seni tari, music, serta pencak silat dari beberapa kelompok penyandang disabilitas.   

“Adalah penting untuk selalu melibatkan komunitas penyandang disabilitas dalam setiap pengambilan keputusan dan pelaksanaan pembangunan yang bertujuan untuk melaksanakan pemenuhan hak-hak asasi penyandang disabilitas, dan ADF siap mendukung implementasi ASEAN Enabling Masterplan 2025 di ASEAN dan di masing-masing negara anggotanya,” ungkap Lim Puay Tiak, presiden dari ADF. ADF adalah jejaring dari organisasi penyandang disabilitas di ASEAN dan memiliki perwakilan di masing-masing negara. Selain menyelenggarakan kampanye tentang masterplan di Jakarta hari Minggu tanggal 23 Februari 2020 minggu lalu , ADF juga telah menyelenggarakan kegiatan serupa di Kamboja pada 29 November 2019 dan di Vietnam pada tanggal 20 Desember 2019. 

English:Many people gave excessive comments about the event organized by the ASEAN Disability Forum (ADF) in collaboration with the Indonesian Disability Persons Association (PPDI) with support from the Directorate General of ASEAN Cooperation of the Indonesian Ministry of Foreign Affairs (Kemlu) of the Republic of Indonesia, the Directorate General of Social Rehabilitation of the Ministry of Social Affairs ( Ministry of Social Affairs of RI, and the International Foundation for Electoral Systems (IFES) But we from GPDLI strongly support this event, because it will bring greater impact to the wider community and the leaders of this nation.
The campaign, which was attended by representatives of persons with disabilities and motor vehicle free day visitors, also involved the first diplomats of the Indonesian Ministry of Foreign Affairs and internship students at the Ministry of Foreign Affairs who were tasked with approaching visitors to socialize the ASEAN Enabling Masterplan 2025. Meanwhile, the main stage was filled with speeches and activities. dance, music, and martial arts performances from several groups of people with disabilities.
“It is important to always involve the community of persons with disabilities in every decision making and implementation of development aimed at carrying out the fulfillment of the rights of persons with disabilities, and the ADF is ready to support the implementation of the ASEAN Enabling Masterplan 2025 in ASEAN and in each of its member countries,” Lim said Puay Tiak, president of the ADF. The ADF is a network of DPOs in ASEAN and has representatives in each country. In addition to holding a campaign about the masterplan in Jakarta on Sunday 23 February 2020 last week, the ADF has also held similar activities in Cambodia on 29 November 2019 and in Vietnam on 20 December 2019.

 

CONCERN DAN KEPEDULIAN TERHADAP PENYANDANG DISABILITAS, LEPRA, DAN PENYAKIT LAINNYA

oleh: Beatrix Gotama – Mahasiswa Bina Nusantara University, Jakarta.

Banyak dari masyarakat yang masih merasa bahwa orang yang terkena penyakit lepra, orang yang menyandang disabilitas, dll adalah orang yang tidak bisa melakukan apa-apa bahkan mereka dianggap tidak baik karena mengalami itu, padahal menurut saya semua penyakit itu bisa terjadi dimana saja dan siapa saja, dengan semakin tuanya saya dan anda (terjadi karena faktor umur). Seperti terkadang kita sudah berbuat baik ke banyak orang, melakukan banyak hal-hal baik, tetapi ketidakmujuran masih datang kepada kita tanpa peringatan, Ini juga dapat dianggap seperti konteks itu. Padahal masih banyak hal positif yang bisa dan mampu dilakukan oleh penyandang/ yang mengalami lepra, disabilitas, dll termasuk menciptakan prestasi walau kondisi tubuh tidak sama dengan yang lain.

Bahkan pemerintahan Jokowi-JK dan sekarang Jokowi Amin mendorong seluruh daerah membangun infrastruktur dan fasilitas umum yang ramah disabilitas termasuk SDMnya. Jokowi mengatakan pemerintahannya akan memberikan insentif bagi pengembang yang membangun gedung ramah untuk penyandang disablitas. Hal ini untuk mendorong seluruh provinsi, kota, dan kabupaten di Indonesia ramah dan memasukkan mereka dalam rencana inklusi dan aksesibilitas baik fisik dan non fisik terhadap penyandang disabilitas. Ke depan, Jokowi juga menargetkan, seluruh bangunan, fasilitas transportasi akan didorong untuk ramah dan inklusi kepada penyandang disabilitas. Diharapkan seluruh anggota masyarakat ikut berpartisipasi bukan saja pemerintah saja.

Maka dari itu kita sebagai sesama manusia diharapkan untuk saling menghargai, pengertian, dan bersyukur kepada Tuhan karena tidak hanya mereka tetapi saya, kamu, serta semua orang bisa terkena penyakit yang sama termasuk disabilitas yang bisa terjadi karena kecelakaan, sejak lahir, penyakit dan karena perang nasional kita. Pengakuan ini juga bukan semata-mata hanya karena solidaritas internasional, melainkan karena negara Indonesia memandang hak asasi manusia sebagai hak dasar yang secara kodrati; dan hak penyandang disabilitas adalah hak kodrati yang penting untuk diakui. Maka dari itu kita sebagai masyarakat Indonesia harus menurunkan stigma dan diskriminasi terhadap kaum lepra, disabilitas, dan penyakit lainnya dengan tidak melihat penampilan luar mereka tetapi apa yang kita lakukan setelah itu terhadap mereka, apa kita memilih berbicara dan mengenal mereka lebih dekat atau kita memilih untuk tidak mau tahu dan menghindari mereka. Saya mengharapkan semua memilih opsi yang pertama, karena seringkali mereka tidak tahu apa-apa dan terkena penyakit begitu saja. Pada akhirnya, ini yang masih menjadi tantangan bagi banyak orang. Menurut saya faktor fisik dan penyakit yang dipunyai seseorang seharusnya tidak dijadikan dasar dalam menyukai dan tidak menyukai seseorang. Karena hidup akan menjadi lebih terawat, penuh dengan cinta, dan lebih Indah ketika kita sama-sama mendorong kemajuan setiap umat manusia agar tercipta dunia yang lebih baik bagi setiap orang yang tinggal di dunia.

Terima kasih. -Beatrix Gotama-

 

Dengan Berjalannya Waktu anda juga pasti akan Mengalami Disabilitas….Camkan.

Bersama saudara saya Brian atau Zou dari Myanmar. Saya kemana mana tidak pernah memakai kursi roda, tapi kalau bangunan luas saya biasanya pakai. Saya berada di Muzium Negara di KL Malaysia kemarin. Yang mendorong saya Disabilitas Netra. Dia cuma ikuti saya punya perkataan. Simbiosa mutualisma…buatlah disabilitas itu Inklusi bukan di kandangkan.