Categories
from author

BINUS UNIVERSITY Memberikan Perhatian Yang Luar Biasa Kepada REKAN YANG MENGALAMI KUSTA di SITANALA

BINUS UNIVERSITY dengan konsisten memberikan perhatian kepada masyarakat yang mengalami KUSTA di SITANALA, dihari yang penuh FITRI ini BINUS menyumbangkan bahan-bahan pokok makanan kepada rekan-rekan yang mengalami KUSTA di SITANALA, berikut seperti: Beras, Supermi, Minyak Goreng, Gula, Kecap, Susu, Garam dlsb, yang langsung didistribusikan oleh BINUS bekerja sama dengan GPDLI yang dalam hal ini diwakili oleh BAPAK KETUA 1 : BAPAK HERMEN HUTABARAT, hari ini tanggal 27 Agustus langsung diberikan kepada masyarakat yang tidak memiliki kemampuan besar untuk membeli bahan-bahan pokok dihari yang FITRI ini, jumlah paket yang dibagi ada sekitar 200 paket, semoga BINUS berjaya dan MASYARAKAT MAKIN SEHAT DAN DAPAT BELAJAR untuk pendidikan yang lebih baik di MASA DEPAN. SALAM – TERIMA KASIH KEPADA BAPAK REKTOR BINUS UNIVERSITY dan KETUA KOPERASI ATAU PERKUMPULAN GPDLI di SITANALA – Ibu SRI .(NPT)

Categories
from author

Lau Simomo – Cinta Pertama Seorang Anak Manusia

Sebuah Kampung Kusta nun jauh di kawasan Tanah Karo Sumatera Utara merupakan awal pertama kami mengenal tentang Kusta, dengan mata hati dan fisik kami melihat segala sesuatunya tentang kusta ini dalam satu kunjungan di sekitar tahun 1987an, hampir sekitar seperempat abad yang lalu dikala kami masih menjadi mahasiswa di Jurusan Arsitektur FT UGM Yogyakarta. Ternyata masih ada tempat dimana rekan-rekan yang mengalami kusta masih di isolasi disuatu tempat yang cukup terpencil diabad yang penuh kemajuan ini.  Semoga kita dapat mengubah pandangan kita terhadap masalah medis dan sosial kemanusiaan ini dengan seksama, karena hanya kitalah yang dapat mengubah diri kita sendiri menjadi manusia yang lebih beradab dalam menanggulangi masalah-masalah kehidupan yang ada disekitar kita, semoga. (BERSAMBUNG) – Nuah P. Tarigan

Categories
from author

WORLD LEPROSY DAY 2012 – Akhir JANUARI 2012

Rekan-rekan, bagi siapa yang ingin berpartisipasi dalam acara HARI KUSTA DUNIA yang akan dirayakan akhir JANUARI 2011 (HARI MINGGU TERAKHIR BULAN JANUARI), maka kami ingin mendapatkan masukan dan Respon dari anda untuk acara-acara seperti ini dimasa depan, SEMOGA, kebetulan kami menginisiasi acara ini sejak tahun 2009 YANG FENOMENAL, dimulai dari sekitar PATUNG SELAMAT DATANG JAKARTA PUSAT yang dihadiri GUBERNUR DKI JAKARTA, kemudian pada tahun 2010 yang dihadiri oleh MENTERI KESEHATAN RI, dan tahun 2011 yang diselenggarakan atas kerja sama dengan BINUS UNIVERSITY Kemanggisan (KAMPUS ANGGREK) dan rekan-rekan GERAKAN PEDULI DISABILITAS DAN LEPRA INDONESIA (GPDLI). SALAM SOBAT GPDLI – Ir. Nuah P. Tarigan, MA, Dr (Cand.).

Categories
from author

Bali Yang Indah, Bali Yang Transfomatif

RUMAH SAKIT INDERA BALI – Melayani dengan CINTA

Pada jaman penjajahan Belanda, seluruh penderita kusta yang ada di Pulau Bali dikumpulkan dan diisolasi di banyak leprosary. Namun pada Tahun 1957, pemerintah Provinsi Bali kemudian mengumpulkan seluruh penderita kusta tersebut di enam buah leprosary. Keenam leprosary tersebut adalah leprosary Yeh Putek Tabanan, Kaligenit Singaraja, Tangtu Denpasar, Siut Gianyar, Bugbug Karangasem dan Yeh Kuning Negara. Keenam leprosary ini berada di bawah Rumah Sakit Kusta, sebuah UPTD Dinas kesehatan Provinsi Bali. UPTD ini mempunyai tugas Pokok dan Fungsi yaitu mengentaskan dan memberikan pengananan terhadap penderita kusta yang ada di bali melalui program rawat jalan dan rawat inap.

Sehubungan dengan ditemukannya pengobatan kusta pada Tahun 1985 dan berakibat kepada menurunnya jumlah penderita kusta, maka jumlah penderita yang dirawat di leprosary pun menurun. Hal ini berakibat kepada ditutupnya 4 leprosary dan hingga saat ini hanya menyisakan leprosary di Yeh Putek dan di Kaligenit saja.

Seiring dengan berkembangnya jumlah pasien yang dirawat jalan, dan munculnya beberapa komplikasi pada penderitanya, mengakibatkan perawatan penderita kusta menjadi lebih kompleks. Sejak tahun 1994 banyak pasien datang dengan keluhan di bagian mata dan THT. Karena keterbatasan dalam jumlah SDM, khususnya di bagian kulit dan kelamin, maka sejak saat itu, RS Kusta menjalin kerjasama dengan Fakultas Kedokteran UNUD dalam hal penyediaan tenaga konsultan kulit dan menjadikan RS Kusta sebagai jejaring pendidikan Kulit dan Kelamin bagi para dokter muda.

Dengan meningkatnya kunjungan pasien dengan keluhan di bidang mata, maka pemerintah Provinsi Bali membentuk lagi sebuah UPTD di bawah Dinas Kesehatan Bali yang diberi nama Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM). BKMM ini bertugas untuk membantu Gubernur Bali di dalam pengentasan Kebutaan melalui berbagai upaya, seperti Operasi Katarak.

Agar mampu meningkatkan pelayanan di bidang kesehatan, khususnya di bidang penyakit indera, maka kedua UPTD diatas dilebur dengan menambahkan bagian penyakit telinga, hidung dan tenggorok. Peleburan ini kemudian menjai sebuah badan yang dinamakan Badan Pelayanan Khusus Rumah Sakit Indera Masyarakat.

Badan Pelayanan Khusus Rumah Sakit Indera Masyarakat Provinsi Bali (BPRSI) disyahkan pada tanggal 28 Pebruari 2002 berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2002 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2001 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan tata Kerja Perangkat Daerah Termasuk Pelembagaan Badan Pelayanan Khusus Rumah Sakit Indera Masyarakat  yang selanjutnya disingkat BPRSI.

Rumah Sakit Indera sedang melakukan beberapa perubahan. Pertama adalah perubahan struktur organisasi rumah sakit. Perubahan ini adalah untuk menyesuaikan dengan perubahan status rumah sakit, Peraturan Pemerintah Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan dan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah dan Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2008 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan tata Kerja Perangkat Daerah. Ketiga hal ini mengakibatkan BPRSI berubah menjadi Rumah Sakit Indera dan perubahan struktur organisasi di dalam rumah sakit.

Perubahan keduan adalah perubahan kelas rumah sakit. Saat ini rumah sakit telah menyandang kelas baru. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan pada tanggal 9 Mei 2008, status Rumah Sakit Indera adalah rumah sakit khusus kelas A.

Tugas pokok dan fungsi Rumah Sakit Indera Provinsi Bali berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor; 63 tahun 2008 tentang Rincian Tugas Pokok Rumah Sakit Indera Provinsi Bali adalah Rumah Sakit Indera Provinsi Bali dipimpin oleh seorang Direktur  dengan titelatur Direktur  Rumah Sakit Indera Provinsi Bali yang mempunyai tugas pokok membantu Gubernur dalam melaksanakan fungsi dan tugas di bidang Rumah Sakit Indera. http://rsindera.wordpress.com/about/

Categories
from author

Rekan-rekan PEMUDA Indonesia dan Dunia silahkan bergabung !


BERGABUNGLAH BERSAMA KAMI dalam PARTNER OF GPDLI© GERAKAN PEDULI DISABILITAS DAN LEPRA INDONESIA ini, jika anda mengirim donasi untuk pelayanan GPDLI untuk Leprosy, atau ingin menerima informasi lebih lanjut tentang pelayanan kami, anda dapat mengontak kami di:

(Please join with us in PARTNER OF GPDLI- Indonesia Leprosy and Disability Care Movement, if you wanti to contribute for People Affected by Leprosy anywhere in Indonesia especially in Jakarta Bogor Tangerang and Bekasi area right now, you could contact us via this email address: gpdli@hotmail.com

Categories
from author

VISI Seorang ANAK BANGSA (A VISION)

…9 Acts of Visionary Leadership

1. Understand the concept

2. Understand the content

3. Own the vision

4. Make it real

5. Pass it around

6. Sell it

7. Put it into Action

8. Refine the vision

9. Reinforce the vision

Vision is a clear mental portrait of the future (George Barna)

My friends life who infected by leprosy or kusta or Hansen changes  the founder of GPDLI/ Indonesia Leprosy and Disability Care Movement heart since many years ago, he involved in many social activities since senior high school student in Medan North Sumatera up to University student in Yogyakarta, he cares deeply with many issues in Indonesia marginal people with specialization in their justice fulfilment for their own development, family and their community anywhere, anyplace and all circumstances.

As an Architect who always travel and meet many people in Indonesia and around the world has been made him see clearly, sensitive and transparently to catch the message from people affected by leprosy, started from his research visit (approximately in 1980s) in a leprosy village in Lau Simomo (Karo Highland, North Sumatera, not too far from Berastagi and Kabanjahe/ and Sinabung volcanic mountain) for a community site planning and design project in Sibolangit, he was very shocked with the situation and condition of people affected by leprosy there since hundred years ago up to this information age.

The community who live around this settlement did not accepted them genuinely and openly (I think up to date !, it is reflected while I visited there with a biggest Leprosy organisation couple years ago), they felt very frightened with health issues (communicable diseases issue) and the most important one : STIGMA and DISCRIMINATION since many years ago developed in their own paradigm. Since 2005 the founder of GPDLI had been developing the network up to now, which is very effective in Indonesia community, to make this issues as a mainstream news in the media and issues in the society is not easy and it cannot developed in a very short time frame. But with VISION and MISSION plus VALUES involved in GPDLI ACTION we will make a transformation genuinely in Indonesia society heart and minds, especially, JAKARTA, BOGOR, TANGERANG, DEPOK and BEKASI areas, and then whole Indonesia and Asia, Africa etc.

There are many works and actions that we should develop with People affected by leprosy in near future, we hope that many of them who still affect and affected by leprosy could change their own life by their efforts and success and bold mind and heart, GPDLI just work as a BRIDGE to bring them to another better level of their own life by help themselves to see the bright future for individual, family and their/ our society.  Let us work together wherever we works and serves people and civil society, from Zero to Hero from Nothing to be Worthwhile, including people with disabilities especially who live in leprosy community anywhere in Indonesia, started from our own places in Indonesia and others. Hopefully we could bring them from marginality of their life (which is deeply drought with this circumstances from long time and never ever stop!) and then transformed to have empowerment and finally independent wherever them involve and work in our society.

SALAM SOBAT GPDLI (GREETINGS from FRIENDS OF GPDLI)

As a appreciation and gratitude to our friends with disabilities and affected by leprosy, we present this dedication as a powerful solution to bridge the incondusive situation in many years, SMALL STEPS but if we do that consistently then we will see significant transformation in near future, believe that this will happening soon. Based on Architectural Planning and Design which I learned since 1980s up to date there should be a equilibirium senses between MIND and HEART, these make a significant and sustainable development whereever we go, including developing GPDLI concern. If you are interested to be a volunteer, supporter, or other circumstances please do not hesitate to contact us throgh this below email: gpdli@hotmail.com

Categories
from author

KOPERASI yang difasilitasi oleh GPDLI

KOPERASI KOMUNITAS SEJAHTERA GPDLI terbentuk pada tanggal 22 Juni 2011 di Sitanala, Tangerang BANTEN, dengan Susunan ORGANISASI sbb (yang semuanya adalah yang pernah mengalami KUSTA):
KETUA : Ibu SRI.
WAKIL KETUA: Bapak SUSANTO
SEKRETARIS: Bapak AGUS AHMAD
BENDAHARA: Ibu NING SLAMET
BENDAHARA 2: Ibu SRI SURYATI
ANGGOTA: Bapak HUSIN/ Ibu; Bapak TUBI ARIF; Bapak DEDE SISMANA; Bapak ASPAS; Bapak ADIM; Bapak SUJANA; Bapak HERMEN HUTABARAT, SELAMAT KEPADA PENGURUS dan SELAMAT BEKERJA DAN MELAYANI

Categories
from author

Undangan Peringatan World Leprosy Day 31 Januari 2011

Program Acara : WORLD LEPROSY DAY 31 JANUARI 2011

Di BINUS UNIVERSITY Jakarta
TIADA KUSTA DIANTARA KITA
Hari / Tanggal : SENIN / 31 Januari 2011
Waktu : Pk. 08.00 –12.00 WIB
Tempat : Auditorium Kampus Anggrek Lantai 4
BINUS UNIVERSITY
Jl. Kebon Jeruk Raya No. 27, Jakarta Barat

Categories
from author

Sketch: GPDLI (Indonesia Leprosy and Disability Care Movement)

INDONESIA LEPROSY AND DISABILITY CARE MOVEMENT is not come and exist immediately in the community of JAKARTA, BOGOR, TANGERANG, DEPOK and BEKASI areas (Jakarta fringe areas), but this civil society organisation come because so many issues and social problems in our society still exist currently, that issue is about poverty, other communicable and neglected tropical diseases such as Leprosy, Yaws/ Frambusia, Filariasis in Indonesia and total 17 NTD (neglected tropical diseases) in the world and many others.

Categories
from author

Greetings

Welcome to “pedulidisabilitas.org”, the official websites of Indonesia Disability and Leprosy Care Movement.